Mengomentari reaksi pengguna terhadap kebijakan WhatsApp, Satya Mohanty, Kepala Kelompok Konsultasi Industri (ICG), CMR, menyebut WhatsApp telah menjadi pilihan default orang-orang di dunia untuk berkomunikasi.
“Namun, seperti yang ditunjukkan oleh temuan penelitian kami, perdebatan saat ini melampaui konsumen yang berorientasi pada privasi, dengan beberapa bahkan mempertimbangkan untuk menghentikan penggunaan WhatsApp mereka,” tutur Mohanty.
Selain itu, kata dia, para pengguna juga mempertimbangkan aplikasi alternatif, seperti Telegram atau Signal. “Preferensi konsumen didorong dari mulut ke mulut, serta oleh serangkaian fitur yang ditawarkan platform,” ujar Mohanty.
28 Persen Pengguna Akan Tinggalkan WhatsApp Gara-Gara Kebijakan Privasi
1 min
