Ada yang Meretas, Akun Facebook Plt Asisten I Pemprov Kaltim Dikloning

1 min


126
969 shares, 126 points

Tangkapan layar, klarifikasi di akun Facebook Plt Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Moh Jauhar Efendi. (Foto: Ist)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – “Dan terjadi lagi,..” sepotong lirik lagu, dari kelompok musik Noah berjudul ‘Separuh Aku’ ini, sepertinya tepat menggambarkan kejadian yang menimpa sederet pejabat di Kaltim akhir-akhir ini.

Adalah penipuan, dengan modus menyalahgunakan akun media sosial para petinggi mulai dari meretas, hingga mengkloning dilakoni penjahat dunia maya.  Sejumlah pejabat  yang menjadi korban pencatutan diantaranya, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, hingga Gubernur Kaltim Isran Noor.Teranyar, Pelaksana tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar  Efendi yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim turut jadi korban.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Sebuah akun Facebook mengatasnamakan dirinya, menghubungi beberapa kolega dan berujung pada permintaan sejumlah uang. Terkait hal ini, Jauhar mengingatkan semua pihak yang mengenal atau ada keterkaitan tugas dengannya untuk tidak menerima permintaan pertemanan atau permintaan informasi akun Facebook kloning tersebut.“FB (Facebook) saya di-hack, ujung-ujungnya minta uang. Tolong bantu buatkan bantahan lewat FB, bahwa saya tidak bikin akun baru, walaupun fotonya tetap seperti aslinya. Saya sudah banyak dapat laporan,” kata Jauhar dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (08/01/2020) siang ini.Sejak pagi tadi, sudah ada beberapa laporan dari staf DPMPD maupun teman akun kloning tersebut sudah mencoba menghubungi untuk meminta informasi. Untung saja, semua yang dihubungi terbilang cerdas sehingga tidak tertipu. “Kalau ada yang mengaku-ngaku saya  minta uang, tolak saja. Saya gak pernah minta-minta,” tegas Jauhar.Tindakan tersebut melanggar UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Karenanya, kepada siapapun yang melakukan diimbau segera menghentikan aksinya.Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kaltim Didi Rusdiansyah, mengaku kelakuan para hacker atau orang yang meretas atau melakukan penipuan dengan mengambil data orang lain, sudah sangat marak. Bahkan, pria yang karib disapa Didi ini mengatakan tindakan ini sudah tak terkontrol. “Kalau masalah medsos susah memang, karena terkait pribadi. Hacker memang canggih,” ucap Didi dikonfirmasi korankaltim.com Rabu sore. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. “Selalu pantau posisi medsos, dan cepat ambil tindakan klo sdh ada gejala hacker,” kata Didi. [*]Penulis: Rusdi Editor: Aspian Nur


Like it? Share with your friends!

126
969 shares, 126 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format