AJI-Google News Initiative Latih Jurnalis Bireuen Deteksi Hoax

situsjodoh.com pastiterjual.com

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM,BIREUEN – Maraknya berita hoax yang tersebar di internet, kini semakin mengganggu masyarakat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, puluhan jurnalis di Bireuen dilatih teknik mendeteksi hoax.
Pelatihan tersebut dilaksanakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews, di Hotel Meuligoe, Cot Gapu, Bireuen, Sabtu-Minggu (7/8/2019).
Para jurnalis dari berbagai media liputan Bireuen itu dibekali ragam ilmu dan skill untuk menguasai tehnik memverifikasi informasi hoax yang marak tersebar di internet.
Panitia pelaksana, Bahrul Walidin kepada Serambinews.com, menyebutkan, pembekalan bagi pekerja media ini merupakan program Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews.
Kegiatan itu, bagian dari rangkaian training untuk para jurnalis di berbagai kota di Indonesia.
Baca: Pembentukan Fraksi di DPRK Bireuen, Pimpinan Partai Disurati
Baca: Mulai Hari Ini, 414 Siswa SMK se-Aceh Ikuti 39 Mata Lomba LKS
Baca: Pengambilan Sumpah Dua Anggota DPRK Aceh Utara Diundur, Ini Sebabnya 

Bahrul Walidin yang juga Ketua AJI Bireuen mengatakan, pelatihan jurnalis atau Training Journalist Google Initiative (GNI), dilaksanakan untuk melakukan verifikasi atas informasi yang salah yang harus dikuasai oleh setiap jurnalis.
Menurutnya, fokus training jurnalis itu untuk mengasah keterampilan peserta, agar mampu memanfaatkan sejumlah tools online, untuk memverifikasi ragam informasi yang terindikasi hoax.
“Para peserta training dibekali berbagai materi bersifat teknis, mengenai kebersihan data digital (digital hygiene), analisa dasar informasi, pencarian dan penelusuran data, dengan beragam tools yang bisa dimanfaatkan, untuk melakukan investigasi secara online,” terang Bahrul.
Dia berharap, melalui pelatihan selama dua hari dalam program Google News Initiative Training ini, dapat bemanfaat dan mendukung kerja-kerja jurnalistik, khususnya bagi para insan pers di Bireuen.(*)