Anjing Zuckerberg Bantu Facebook Akuisisi WhatsApp, Kok Bisa?

1 min


117
879 shares, 117 points

Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg membongkar kisah di balik rampung akuisisi WhatsApp senilai US$19 miliar atau setara Rp 266 triliun pada 2014 silam. Mark Zuckerberg mengatakan akuisisi ini kemungkinan tidak terjadi bila tidak ada anjing gembala Hongaria miliknya bernama Beast.Berbicara dengan anchor StikerWA Laurie Segall dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu (10/2/2019), Mark Zuckerberg mencerita bagaimana anjing peliharaannya membantu membuat kesepakatan dengan pendiri WhatsApp Jan Koum.
“Saya pikir anjing saya Beast menjadi senjata rahasia [dalam negosiasi ini],” ujar Mark Zuckerberg, Business Insider melaporkan, Senin (11/2/2019). “Itu adalah saat yang menegang dan Jan [Koum] seperti, ‘baiklah saya perlu memikirkan ini.'”MarkZuckerberg mengatakan ruangan yang dipakai untuk bernegosiasi dalam kondisi hening sebelum anjing Beast masuk, dan “agak bingung.”[Gambas:Instagram]”Dia seperti mengatakan, ‘apa yang sedang terjadi? kedua orang ini hanya duduk diam di sini,” kenang Mark Zuckerberg.”[Anjing Beast] lalu berjalan ke Jan [Koum] dan melompat ke pangkuannya,” kata Zuckerberg. “Dan kemudian Jan [Koum] membelainya dan sedetik kemudian dia seperti memberikan isyarat, ‘oke, kurasa kita baik-baik saja.'”
Keduanya akhirnya mencapai kesepakatan, Facebook resmi mengakuisisi aplikasi WhatsApp yang melibatkan sejumlah saham Facebook dan uang tunai yang bila dijumlahkan mencapai US$19 miliar.Namun kenangan indah ini tak menjadi perekat Facebook dengan WhatsApp. Satu per satu pendiri WhatsApp memilih meninggalkan Facebook. Pada September 2017, salah satu pendiri WhatsApp Brian Acton meninggalkan Facebook setelah berselisih dengan Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg, chief operating officer (COO) Facebook karena tak sepakat dengan rencana monetisasi WhatsApp.
Bahkan ketika Facebook dilanda skandal Cambridge Analytica, Brian Acton bergabung dengan gerakan #DeleteFacebook. Melalui akun twitter pribadinya, ia menuliskan: “Sudah waktunya. #DeleteFacebook.”Pada Agustus 2018 giliran Jan Koum yang meninggalkan Facebook. Alasannya sama, ia tidak sepakat dengan rencana monetisasi WhatsApp dan budaya perusahaan yang bikin frustrasi, Wall Street Journal melaporkan.
Kedua pendiri Facebook ini meninggalkan Facebook dengan menjual seluruh sahamnya di Facebook. Ditaksir kedua orang ini mendapatkan dana US$1,3 miliar dari menjual saham Facebook.Saksikan video tentang rencana Facebook integrasikan WhatsApp, FB Messenger dan Instagram di bawah ini:[Gambas:Video CNBC] (roy/prm)

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online nonton film online

Like it? Share with your friends!

117
879 shares, 117 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format