AS-Inggris Lagi Tak Baik, Saling Ancam Gegara Google Cs

situsjodoh.com pastiterjual.com

Jakarta, CNBC Indonesia – Hubungan Inggris dan Amerika Serikat sedang tidak baik-baik saja. Kedua negara berusaha untuk mengancam dengan kebijakan masing-masing pemerintahannya.
Semua berawal dari Inggris yang merencanakan mengenakan pajak pada perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook. Seakan tak terima, AS membalasnya dengan merencanakan adanya tarif bea impor bagi produk Inggris.
Besaran tarif bea impor juga tak main-main yakni hingga 25%. Sejumlah produk yang akan dikenakan dalam kebijakan itu misalnya keramik, make-up, mantel, konsol game, dan furniture.Tarif bea impor yang dikenakan pemerintahan Joe Biden itu ditargetkan mencapai US$325 juta atau sama seperti perolehan Negeri Ratu Elizabeth II atas para perusahaan teknologi.
Menurut juru bicara AS, pajak pada layanan digital memiliki “atribut yang tidak masuk akal, diskriminatif, dan memberatkan”. Di sisi lain, juru bicara Inggris menyebutkan aturan itu untuk memastikan para perusahaan bisa membayar pajak dengan adil.
Dia mengungkapkan jika pajak layanan digital yang diterapkan bersifat wajar, proporsional, dan diskriminatif. Juru bicara itu juga menyebutkan jika AS memaksa maka pihaknya akan menimbang semua pilihan membeli kepentingan industri dalam negeri.
“Jika AS memaksa untuk menerapkan langkah-langkah ini, kami akan mempertimbangkan semua opsi untuk membeli kepentingan industri Inggris,” ungkapnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (1/4/2021).
Pajak layanan digital sudah didiskusikan dua negara pada 4 Desember lalu. Sumber pemerintah Inggris menekankan datar tarif sebagai prosedural bukan peningkatan.
Sebelumnya AS setuju menunda tarif produk dari Inggris termasuk whisky malt tunggal. Ini berlaku untuk pembalasan subsidi pada pembuat pesawat Airbus.
Sementara itu, AS juga sedang dilobi Inggris dalam rangka untuk mencabut bea masuk pada baja. Bahan tersebut telah dibawa masuk pada 2018 lalu.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)