Australia memperketat aturan dan pengawasan Facebook dan Google

1 min


119
899 shares, 119 points

ILUSTRASI. Logo Facebook, Google dan Twitter KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Australia mengatakan akan mendirikan kantor pertama di dunia yang didedikasikan untuk mengatur Facebook Inc dan Google. Ini adalah bagian dari reformasi yang dirancang untuk mengendalikan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), yang berpotensi menjadi preseden bagi negara-negara lain. Langkah ini memperketat peraturan pada platform online. Selama ini pemerintah berbagai negara mulai dari Amerika Serikat ke Eropa hingga Asia berupaya mengatasi masalah mulai dari masalah anti-trust hingga penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian lewat platform online. Baca Juga: Komisi Perdagangan Federal AS Denda Facebook US$ 5 Miliar, Tertinggi Dalam Sejarah Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan denda US$ 5 miliar yang ditetapkan AS kepada Facebook bulan ini karena pelanggaran privasi menunjukkan bahwa regulator sangat serius menangani masalah ini. “Perusahaan-perusahaan ini termasuk yang paling kuat dan bernilai di dunia,” kata Frydenberg setelah rilis laporan regulasi platform digital dominan. “Mereka perlu dimintai pertanggungjawaban dan kegiatan mereka harus lebih transparan,” imbuh Frydenberg seperti dikutip Reuters. Canberra akan membentuk cabang khusus Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), yang merupakan pengawas antimonopoli. Cabang khusus ini akan meneliti bagaimana perusahaan platform online menggunakan algoritma untuk mencocokkan iklan dengan pengguna, yang menjadi basis pendapatan utama dari operator media online ini. Kantor cabang ini adalah salah satu dari 23 rekomendasi dalam laporan ACCC. Rekomendasi pengaturan raksasa internet lain  termasuk memperkuat undang-undang privasi, perlindungan untuk media berita dan membuat kode etik, yang memerlukan persetujuan regulator. Baca Juga: Pemerintah Merancang Cara Memungut Pajak E-Commerce Frydenberg mengatakan pemerintah bermaksud menyingkap bagaimana perusahaan internet mengumpulkan dan memonetisasi data pengguna. Pemerintah Australia pun menerima kesimpulan utama ACCC bahwa ada kebutuhan untuk reformasi sektor ini. Proposal aturan ini memerlukan proses 12 pekan konsultasi publik sebelum pemerintah bertindak berdasarkan laporan tersebut. Google dan Facebook menentang peraturan yang lebih ketat. Sementara pemilik media tradisional, termasuk Rupert Murdoch yang memiliki News Corp, mengatakan akan mendukung reformasi. Baca Juga: Menteri Keuangan G7 sepakati tantangan pajak raksasa digital Perwakilan Google, dalam email mengatakan bahwa Google, “Akan terus terlibat dengan pemerintah selama proses konsultasi mengenai rekomendasi yang diajukan dalam laporan ini.” Perwakilan Facebook tidak memberikan komentar. Lima investigasi tengah berjalan Reporter: Wahyu Tri Rahmawati Editor: Wahyu Rahmawati Video Pilihan Reporter: Wahyu Tri Rahmawati Editor: Wahyu Rahmawati

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online nonton film online

Like it? Share with your friends!

119
899 shares, 119 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format