Australia mengesahkan UU yang membuat Facebook dan Google harus membayar berita

1 min


135
1.1k shares, 135 points

ILUSTRASI. Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo . KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Parlemen Australia mengeluarkan undang-undang penting pada hari Kamis yang mewajibkan raksasa teknologi global untuk membayar konten berita yang dibagikan di platform mereka, dalam sebuah tindakan yang sedang diawasi dengan ketat di seluruh dunia. Undang-undang tersebut disahkan setelah kesepakatan terakhir yang mempermudah aturan mengikat yang ditentang keras oleh Facebook dan Google dan yang minggu lalu mendorong Facebook untuk menghapus semua berita dari platform Australia-nya. “Kode etik ini akan memastikan bahwa bisnis media berita mendapat imbalan yang adil untuk konten yang mereka hasilkan, membantu mempertahankan jurnalisme kepentingan publik di Australia,” kata Bendahara Josh Frydenberg dan Menteri Komunikasi Paul Fletcher dalam pernyataan bersama. Aturan akan ditinjau setelah satu tahun. Baca Juga: Pemerintah Jalan Mundur, Google, Facebook, Netflix cs Tak Wajib Gandeng Pemain Lokal Google sekarang akan membayar konten berita yang muncul di produk Showcase-nya dan Facebook diharapkan membayar penyedia yang muncul di produk News-nya, yang akan diluncurkan di Australia akhir tahun ini. Regulator menuduh perusahaan, yang mendominasi periklanan online, menguras uang dari organisasi berita tradisional sambil menggunakan konten mereka secara gratis. Undang-undang tersebut dikembangkan setelah analisis ekstensif dari regulator anti-trust Australia dan konsultasi publik selama hampir tiga tahun dan dapat memberikan dorongan kepada negara-negara seperti Inggris dan Kanada yang merencanakan undang-undang serupa. Perusahaan teknologi besar telah dengan keras menentang undang-undang tersebut, karena khawatir hal itu akan mengancam model bisnis mereka. Secara khusus, perusahaan-perusahaan tersebut keberatan dengan aturan yang mewajibkan negosiasi dengan perusahaan media dan memberikan arbiter Australia yang independen hak untuk memberlakukan penyelesaian moneter. Prospek itu secara dramatis berkurang dengan amandemen menit-menit terakhir.   Sumber : Al Jazeera Editor: Handoyo .

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

135
1.1k shares, 135 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format