Bagaimana Malware Mencuri Data dari Google Chrome?

1 min


106
769 shares, 106 points

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku kejahatan siber tidak mengalami kesulitan dalam menemukan data pengguna di internet. Pasalnya, Google Chrome dan browser lain dari mesin Chromium seperti Opera dan Yandex.Browser selalu menyimpan data pengguna di tempat yang sama.Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Kaspersky mengatakan, secara teori data pengguna di dalam Chrome disimpan dalam bentuk terenkripsi. Namun, jika malware telah menembus sistem, maka tindakan yang dilakukan akan mengatasnamakan pengguna.”Oleh karena itu, malware ini secara sederhana mengajukan permintaan halus ke alat enkripsi data browser untuk mendekripsi informasi yang tersimpan di komputer penguna. Hasilnya adalah pencuri mendapatkan semua kata sandi dan detail kartu kredit pengguna,” papar Kaspersky dalam keterangan resminya, Senin (12/8/2019).Sementara di Firefox, sistem operasi yang dimiliki sedikit berbeda dibandingkan mesin pencari lainnya. Untuk menyembunyikan basis data kata sandi dan lainnya dari orang asing, Firefox membuat profil dengan nama acak, sehingga malware tidak dapat mengetahui di mana mencarinya.Namun, nama file dengan data yang disimpan tidak berubah, sehingga tidak ada yang dapat mencegah pencuri menyaring seluruh profil dan mengidentifikasi file yang mereka inginkan karena folder yang berisi seluruh data itu tersimpan di satu tempat.Setelah itu, malware kembali meminta modul browser yang relevan untuk mendekripsi file, dan akan berhasil, karena aktivitas tersebut dilakukan dengan mengatasnamakan pengguna asli.Adapun, untuk browser Windows asli seperti Internet Explorer dan Edge, dilakukan metode penyimpanan data pengguna khusus, di mana metode dan tipe penyimpanan yang tepat tergantung pada versi aplikasi.”Di sini, malware juga dapat dengan mudah mengambil kata sandi dan detail kartu kredit pengguna dengan memintanya dari penyimpanan yang tampaknya atas nama pengguna, sehingga browser tidak memiliki alasan untuk mengatakan tidak,” ungkap Kaspersky.Setelah malware memiliki data autofill dalam teks biasa, hal tersebut akan mengirimnya kembali ke para pelaku kejahatan siber.Dari sana, salah satu dari dua skenario dapat terungkap: pemilik malware dapat menggunakannya untuk diri sendiri atau, mungkin menjualnya ke aktor ancaman lain di pasar gelap, di mana produk seperti itu memiliki nilai yang sangat berharga.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

106
769 shares, 106 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format