Beda dari Facebook, TikTok Tolak Pasang Iklan Politik

1 min


109
Aplikasi Tiktok.

Tiktok mengumumkan pelarangan terhadap iklan politik berbayar pada platformnya
Warta Ekonomi.co.id, — Tiktok mengumumkan pelarangan terhadap iklan politik berbayar pada platformnya karena tidak cocok untuk pengalaman jutaan penggunanya. Didirikan di Beijing oleh ByteDance Technology Co, Tiktok memungkinkan pengguna membuat dan membagikan video pendek dengan efek khusus.Aplikasi tersebut sangat terkenal di kalangan pengguna muda Asia Tenggara, termasuk Indonesia. “Kami tidak akan mengizinkan iklan berbayar yang mempromosikan atau menentang kandidat, pemimpin saat ini, partai atau kelompok politik, baik di tingkat federal, negara bagian, atau lokal,” kata Wakil Presiden Global Business Solutions Tiktok, Blake Chandlee dalam kiriman resminya, dikutip dari Reuters (4/10/2019).
Baca Juga: Raup Pendapatan Ratusan Triliun, Ini Lini Bisnis Andalan Induk Perusahaan TikTok!Platform itu telah memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan secara global, menurut laporan SCMP pada Juli lalu. Perusahaan banyak menggandeng tokoh publik dari berbagai dunia, dari Amerika hingga Asia.Bahkan, selebriti dengan nama besar seperti Ariana Grande dan Katy Perry turut bergabung dengan Tiktok, membuatnya menjadi terkenal di kalangan remaja generasi Z.

Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.


Like it? Share with your friends!

109

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak