Bekerja Sama dengan AJI, Google News dan Internews Gelar Workshop di Gorontalo

situsjodoh.com pastiterjual.com

Kronologi, Gorontalo – Google News dan Internews bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), menyelenggarakan Halfday Basic Workshop bertajuk “Hoax Busting and Digital Hygiene” di Aula Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo, Jumat (12/7/2019).
Kegiatan yang dibuka untuk masyarakat umum itu dihadiri oleh 70 peserta. Mereka yang hadir dibekali oleh dua orang trainer dengan beberapa materi dan penggunaan tools-tools atau alat yang ada di Google, untuk memverifikasi informasi.
Setelah merima materi, peserta yang hadir diharapkan mampu untuk mencegah dan mendeteksi peredaran informasi palsu, hoaks dan misinformasi yang marak beredar. Serta mampu membentuk pengamanan diri di dunia digital.
Menurut trainer Google News Initiative Indonesia, Budi Nurgianto, Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk terbanyak yang termakan berita bohong atau hoaks.
“54 persen dari total penduduknya yang menggunakan internet tidak diimbangi dengan literasi media yang mumpuni,” kata Budi Nurgianto.

Dia menambahkan, berita bohong akan dipercayai apabila selalu diinformasikan secara terus menerus.
“Sehingga untuk mencegah hal tersebut harus diimbangi dengan tingkat literasi yang cukup,” ujarnya.
Sementara itu, trainer Google News Initiative lainnya, Ronny Buol, menambahkan, seharusnya media masa yang bisa membendung berita bohong. Namun, menurutnya, malah terjebak dan ikut memberitakan dan menyebarkan berita bohong tersebut kepada masyarakat umum.
“Contohnya, seperti berita pemukulan Ratna Sarumpaet dan Audrey yang sempat heboh kemaren,” ungkapnya.
Dengan adanya workshop tersebut, Ronny Buol mengharapkan kepada peserta yang hadir bisa membedakan dan memverifikasi berita hoaks.
“Kalian harus mengumpulkan data tentang berita palsu dan hoaks yang marak beredar untuk dilaporkan ke website Mafindo pada www.turnbackhoax.id/lapor-hoax dan www.Cekfakta.com,” harapnya.
Penulis: Sarjan Lahay
Editor : Zulhamdi