Cek Fakta hingga Blokir, Cara Facebook dan Google Tangkal Hoaks Corona

1 min


126
969 shares, 126 points

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini. Facebook dan Google menggelontorkan dana untuk meminimalkan penyebaran hoaks terkait pandemi corona. Google bahkan memblokir aplikasi, sementara Facebook mengembangkan teknologi untuk menyediakan informasi akurat. Dengan teknologi khusus, Facebook memungkinkan pengguna mendapatkan sumber tepercaya terkait virus corona seperti Gugus Tugas Covid-19. “Informasi yang lebih detail disesuaikan dengan pesan pemerintah,” kata Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari dalam acara Live Q&A di Facebook, Jumat (3/4). Untuk menyaring konten hoaks, Facebook Indonesia bekerja sama dengan pihak ketiga membuat cek fakta. Jika pihak ketiga menyatakan suatu konten itu kabar bohong, maka perusahaan akan memberikan stempel hoaks dan menangguhkan (takedown) unggahan tersebut. (Baca: Temukan 405 Hoaks soal Corona, Kominfo Tak Berencana Blokir Internet) Facebook akan menyembunyikan konten hoaks tersebut sebelum diblokir. Selain itu, pengguna bisa melaporkan informasi salah itu melalui tombol abuse dan laporkan yang ada pada platform. Perusahaan pengembang asal Amerika Serikat (AS) itu juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Gugus Tugas Covid-19 untuk meminimalkan penyebaran hoaks. “Mereka punya saluran report ke kami,” kata Ruben. Secara global, Facebook berjanji menginvestasikan US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk industri media dalam menangkal hoaks terkait virus corona. Dikutip dari The Verge, US$ 25 juta diberikan dalam bentuk hibah untuk berita lokal melalui Proyek Jurnalisme Facebook, sementara US$ 75 juta berupa pengeluaran pemasaran tambahan untuk organisasi berita di seluruh dunia. (Baca: Profesor UI: Virus Corona Hilang Saat Kemarau hanya Mitos) Selain Facebook, Google menyediakan US$ 6,5 juta atau sekitar Rp 107 miliar untuk cek fakta dalam rangka menangkal hoaks. “Mereka akan memperkuat para ahli, berbagi tips dan mengurangi penyebaran hoaks yang berbaya,” kata Google dalam pernyataan resminya dikutip dari Business Insider. Perusahaan juga menghapus aplikasi Infowars dari toko aplikasinya, Play Store. Inforwars merupakan situs web yang biasanya memberikan informasi terkait teori konspirasi. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 405 hoaks mengenai virus corona hingga Rabu (1/4) lalu. Meski jumlah informasi bohong terkait pandemi corona terus bertambah, kementerian tidak berencana membatasi atau memblokir akses internet. “Tidak ada pembatasan,” ujar Menteri Kominfo Johnny G Plate kepada Katadata.co.id, Rabu (1/4) lalu. (Baca: Jalan di Jakarta Disterilisasi Efek Virus Corona, Kominfo: Hoaks) Reporter: Fahmi Ahmad Burhan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

126
969 shares, 126 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format