Dari OS Android 12 hingga Kunci Mobil, Ini 10 Teknologi Baru Google Halaman all

5 min


135
1.1k shares, 135 points

StikerWA.com – Setelah sempat absen pada 2020, Google akhirnya kembali menyelenggarakan acara tahunan Google I/O. Ajang tahunan ini berlangsung secara virtual, dari tanggal 18 Mei hingga 20 Mei 2021.
Seperti biasanya, Google memanfaatkan acara tahunan Google I/O ini untuk mengenalkan sistem operasi Android versi terbarunya, yakni Android 12.
Di samping itu, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini turut memperkenalkan sejumlah inovasi-inovasi terbarunya. Mulai dari pembaruan untuk aplikasi Google Workspace, Google Photos, hingga Google Maps.
Pada gelaran Google I/O ini, Google turut memamerkan teknologi bilik video call 3D, bahasa AI LaMDA, hingga mengumumkan kerja sama dengan Samsung untuk menghadirkan sistem operasi untuk wearable.
Baca juga: Google Umumkan Android 12 dengan Tampilan Baru
Untuk lebih jelasnya, berikut KompasTekno rangkum 10 produk dan fitur baru yang dikenalkan Google dalam acara Google I/O 2021.
1. Android 12
androidauthority.com Desain baru Android 12Terima kasih telah membaca StikerWA.com.Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email

Google akhirnya mengumumkan sistem operasi Android 12 versi beta preview. Penerus Android 11 tersebut dibekali sejumlah fitur baru dan beberapa peningkatan, khususnya di bagian desain yang kini tampil lebih simpel dengan perpaduan warna solid.
Google menyebut bahasa desain baru di Android 12 sebagai “Material You”.
Selain desain tampilan, Google turut meningkatkan kinerja Android 12 untuk membuat perangkat jadi lebih responsif dan irit daya. Sistem operasi Android teranyar ini diklaim mampu mengurangi beban kerja prosesor (CPU) hingga 22 persen, serta menghemat penggunaan server sistem hingga 15 persen.
Andoid 12 juga membawa perubahan pada desain notifikasi, menu quick settings, serta menguba sedikit desain dari desain kotak perizinan aplikasi.
Google turut menyematkan sejumlah fitur privasi baru ke dalam aplikasi untuk memberi pengguna lebih banyak transparansi dan kontrol terhadap data pribadi mereka, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Blog Google, Rabu (19/5/2021).
2. Android bisa jadi kunci mobil digital
Bersamaan dengan perkenalakan Android 12 versi beta, Google turut mengumumkan bahwa ke depannya beberapa ponsel Pixel dan Samsung Galaxy dapat berfungsi sebagai kunci mobil digital.
Fitur ini membutuhkan dukungan teknologi Ultra Wideband (UWB) dan NFC (Near Field Communication). Kabarnya, sejauh ini, baru produsen mobil BMW yang mengonfirmasi akan mendukung kunci mobil digital Android ini.
3. Gandeng Samsung bikin OS untuk wearable
Dalam gelaran Google I/O 2021, Google juga secara resmi mengumumkan soal kerja sama dengan Samsung untuk menciptakan sistem operasi untuk perangkat wearable.
Kedua perusahaan menggabungkan dua OS wearable device, yakni Wear OS dari Google dan Tizen dari Samsung, menjadi satu platform yang ditujukan untuk perangkat wearable seperti smartwatch.
Platform gabungan tersebut disebut sebagai “Wear”, meski julukan ini masih dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca juga: Siti dari Sukabumi Tampil di Google I/O 2021, Pamerkan Google Lens untuk Belajar
Google sesumbar, Wear diklaim mampu mempersingkat waktu start up aplikasi hingga menjadi 30 persen lebih cepat. Platform Wear yang bersifat unified juga akan mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat wearable.
Google pun menjanjikan bakal merilis lebih banyak aplikasi untuk Wear. Wear rencananya bakal dirilis pada tahun ini, antara lain lewat produk-produk smartwatch Galaxy yang akan datang dari Samsung serta Fitbit, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wired.
4. Teknologi Bilik Video Call 3D
Wired Bilik video call 3D Google.
Google turut memamerkan teknologi terbarunya yang memungkinkan seseorang dapat ditampilkan secara tiga dimensi (3D) saat melakukan video call. Google menyebut teknologi ini sebagai “Project Starline”.
Teknologi ini pada dasarnya berupa bilik video call yang dilengkapi dengan serangkaian komponen pendukung.
Mulai dari layar berteknologi light field seluas 65 inci, lengkap dengan lampu, kamera, dan depth sensor yang mampu menangkap citra tiga dimensi.
Gabungan dari beberapa kamera dan sensor inilah yang kemudian memungkinkan Project Starline bisa menampilkan visual seseorang dalam mode 3D saat sedang melakukan video call.
Google mengatakan bahwa bilik video call 3D ini sebenarnya sudah tersedia dalam jumlah terbatas di beberap kantor Google. Ke depannya, kemungkinan bilik video call 3D ini akan dijual ke pada para pelaku bisnis.
Baca juga: 7 Aplikasi Video Call untuk Silaturahmi Virtual Saat Lebaran
Namun, untuk saat ini, Google masih berencana untuk menyempurnakan teknologinya dan melakukan serangkaian uji coba lagi.
5. Pembaruan Google Workspace
Google Fitur baru smart chips pada Docs.
Google turut memperkenalkan 12 pembaruan untuk Google Workspace.Untuk diketahui, Google Workspcae adalah layanan produktivitas besutan Google, meliputi Gmail, Calendar, Drive, Docs, Sheets, Slides, Spreadsheet, dan Meet.
Docs menjadi produk yang paling banyak mendapatkan pembaruan, yakni sebanyak tujuh buah.
Pembaruan meliputi smart chip, penggunaan simbol “@” untuk menautkan berbagai produk dalam ekosistem Google Workspace di Docs. Misalnya untuk menandai dokumen Spreadsheet, Slides, hingga kontak Gmail.
Pembaruan lain termasuk opsi untuk menghapus batas halaman, adanya emoji untuk reaksi di kolom komentar, hingga template catatan meeting yang lebih canggih.
Sedangkan Google Meet, kali ini pembaruan soal teks dan terjemahan langsung. Tak hanya itu, sekarang Google Meet juga sudah terintegrasi langsung di halaman Docs, Slide, dan Spreadsheet.
Google juga turut menambahkan opsi untuk membuat dan mengedit Docs, Spreadsheet, dan Slide di Google Chat.
Baca juga: Menengok Fitur-fitur AI yang Akan Hadir di Google Maps
Sebagai catatan, sebagai fitur sudah tersedia kepada pengguna Google Workspace. Namun, sebagian fitur baru akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan.
6. Fitur keamanan dan privasi baru
Google turut memperkenalkan tiga fitur keamanan dan privasi baru. Fitur-fitur ini bertujuan agar pegguna dapat lebih mengontrol data miliknya.
Pertama, ada fitur quick delete di Google Search. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghapus cepat hasil penelusuran selama 15 menit terakhir di riwayat penulusurannya dengan sekali ketuk melalui menu di akun Google.
Kedua, ada fitur pengingat histori lokasi di linimasi Google Maps. Sekarang, pengguna bisa melihat riwayat tempat-tempat yang pernah dikunjungi di linimasi Maps (Your Timeline). Fitur ini akan aktif apabila pengguna telah mengaktifkan “location history” di Maps.
Ketiga, Google mengumumkan bahwa pengguna bisa mengubah kata sandi yan disimpan pada suatu situs web, langsung dari password manager milik Google.
Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap ke Chrome di Android dimulai dari wilayah AS.
7. Pembaruan AI Google Maps
Google turut menggulirkan pembaruan AI pada aplikasi Maps. Pertama, pembaruan AI ini memungkinkan Maps memberikan opsi rute yang lebih aman.
Kedua, dengan pembaruan AI, Google akan meluncurkan peta yang lebih rinci di 50 kota. Peta baru ini akan menyajikan elemen peta lebih tepat lagi, misalnya rute pejalan kaki dan persimpangan yang rumit.
Terakhir, adanya Live View. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menggunakan Augmented Reality (AR) untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya, sebagaimana dihimpun dari SEA Mashable.
8. Fitur baru Google Photos dan kamera
businessinsider.com ilustrasi Google Photos
Pada gelaran Google I/O tahun ini, Google turut memperkenalkan tiga fitur baru pada layanan penyimpanan konten visual berbasis cloud miliknya, Google Photos.
Google photos sekarang punya fitur baru bernama “memories”. Fitur ini memungkinkan aplikasi untuk membuat sebuah kolase kenangan dari foto-foto pengguna.
Baca juga: Foto di iPhone Kini Bisa Langsung Ditransfer ke Google Photos
Ada pula fitur baru “cinematic moments”, yang mirip dengan fitur Live Photos di Apple. Fitur ini memungkinkan pengguna gmabar bergerak dari kumpulan gambar diam milik pengguna.
Pada pembaruan kali ini, ada juga fitur folder yang dilundungi oleh sandi. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan foto-foto penting secara terpisah di folder yang dilindungi sandi.
Fitur ini folder dengan password ini akan hadir di ponsel Pixel terlebih dahulu, kemudian menyusul di ponsel Android lainnya.
Terakhir, Google juga tengah mengerjakan pembaruan pada kamera miliknya. Pembaruan ini diharapkan dapat menangkap warna kulit secara akurat dalam sebuah gambar.
9. Bahasa AI LaMDA
Google turut mengungkapkan bahasa AI yang masih dalam tahap eksperimental, bernama LaMDA (Language Model for Dialogue Applications).
Menurut Google, LaMDA dapat meningkatkan kemampuan asisten virtual berbasis AI untuk melakukan percakapan yang lebih alami.
Dalam acara Google I/O, Google menunjukkan kemampuan LaMDA dalam sebuah percakapan. Dalam salah video demo, LaMDA terlihat berperan sebagai sebuah pesawat kertas dan Pluto, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Rabu (19/5/2021).

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Meet LaMDA. Advances in natural language understanding are making it possible for us to build even more conversational AI. #GoogleIO pic.twitter.com/HJ8FgHtbFp
— Google (@Google) May 18, 2021
 
10. Tekologi AI untuk masalah kesehatan
Google Dermatology Assist, alat berbasis AI buatan Google untuk membantu mendeteksi kondisi kulit.
Google juga tak ketinggalan memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk masalah kesehatan.
Pertama, Google mengenalkan teknologi berbasis AI ini diberi nama “Dermatology Assist”. Alat ini mampu memeriksa kondisi kulit, kuku, dan rambut, terutama kondisi yang mengarah ke penyakit kanker. Pengecekan itu dilakukan dengan memindai foto kulit, rambut, atau kuku yang diunggah pengguna.
Dermatology Assist telah mendapatkan tanda “CE” yang artinya bisa digunakan untuk alat medis di Eropa, dan disebutkan akan meluncur tahun ini. 
Kedua, Google mengumumkan teknologi AI yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan skrining penyakit Tuberkulosis (TBC). Teknologi berbasis AI ini dimanfaatkan untuk rontgen dada seseorang dan mengidentifikasi apakah orang tersebut merupakan pasien TBC potensial atau tidak.
“Alat berbasis AI kami dapat secara akurat mendeteksi kasus TB paru aktif dengan tingkat deteksi negatif palsu dan positif palsu yang serupa dengan 14 ahli radiologi,” klaim Google, sebagaimana dihimpun dalam blog resminya.
 


Like it? Share with your friends!

135
1.1k shares, 135 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format