Deretan Hal Populer di Facebook Selama Ramadhan 2021

situsjodoh.com pastiterjual.com

Perusahaan mengklaim, dengan fitur yang dihadirkan, yang memberikan kendali kepada pengguna, menjadi modal yang cukup dalam menjaga privasi.
Fitur Preferensi Iklan, diklaim membantu orang untuk meninjau, menambahkan, dan menghapus preferensi yang Facebook ciptakan untuk pengguna berdasarkan informasi. Seperti profil, pilihan yang diambil di Facebook, dan situs, serta aplikasi yang digunakan.
Aktivitas di Luar Facebook, yang memungkinkan orang dapat melihat rangkuman informasi yang dikirimkan pemilik bisnis kepada Facebook tentang aktivitas mereka di aplikasi dan situs lain. Pengguna bisa memilih untuk memutuskan koneksi dengan akun miliknya.
“[Fitur] Why am I Seeing this Ad? memungkinkan orang untuk mengklik iklan manapun, dan mempelajari mengapa mereka melihat iklan itu, dan menyesuaikan pengaturan mereka,” tuturnya.
Selanjutnya, fitur ‘Why I See This Post?’ memudahkan pengguna untuk menggali informasi terkait postingan yang dirasa kurang tepat dan mengendalikan postingan serupa dikemudian hari.
Itu akan menjelaskan tentang keterkaitan akun dengan Friends, Pages, Group, atau Home News pengguna.
Steve Satterfield meyakinkan, setiap wilayah yang bisa mengakses layanan mendapatkan perhatian terhadap privasi yang sama. Ia juga membantah kabar yang beredar soal Facebook tidak mementingkan privasi.
“Untuk negara yang tidak terlalu memerhatikan privasi sekalipun, kami tetap menjalankan kebijakan privasi kami,” katanya.
Fitur lainnya yang mendukung privasi Facebook yakni Privacy Review, yang memungkinkan tim dibalik perusahaan untuk melakukan peninjauan yang ada di perusahaan. Ini yang jadi dasar perusahaan menentukan kebijakan privasi kedepannya.
“Kami punya dewan khusus untuk privasi, dan saya belum tahu perusahaan lain yang memiliki divisi yang sama,” tutupnya.
(Dam/Isk)