Dokter di Kupang Diduga Bocorkan Rekam Medis PDP Covid-19 via Facebook

1 min


126
969 shares, 126 points

Liputan6.com, Kupang – Gara-gara diduga membocorkan hasil rekam medis pasien suspect Corona Covid-19, Jn, seorang dokter di salah satu rumah sakit di Kota Kupang, NTT akhirnya dilaporkan ke polisi oleh keluarga pasien, Rabu (18/3/2020).
Saat mendatangi Polres Kupang Kota, keluarga korban, Ronaldy Christian Rohi didampingi tim kuasa hukumnya dari LBH StikerWA NTT.
Laporan itu tertuang dalam nomor, LP/B/351/III/2020/SPKT/Resor Kupang Kota yang tercatat pada Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor 349/STTLP/III/2020/SPKT/ Resor Kupang Kota ditandatangani oleh Banit I SKPT Brigpol Enjel Makaborang.
Kuasa hukum pasien dari LBH StikerWA NTT, Herry FF Battileo, mengatakan, laporan itu dibuat guna menggugat pertanggungjawaban hukum dr. Jane, yang telah secara sadar membocorkan hasil rekam medis pasien yang diduga corona covid-19 ke publik tanpa seizin pasien.

“Bocornya hasil rontgen pasien terduga corona covid-19 ini dilakukan bagian radiologi RS yang ditandatangani dr Jn. Parahnya, hasil pemeriksaan itu sempat viral di medsos pada 16 Maret 2020 dan membuat korban tidak nyaman hingga depresi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).
Ia mengatakan sejak mendapat pengaduan, Selasa (17/3/2020), keluarga pasien didampingi LBH StikerWA NTT telah berupaya meminta klarifikasi pihak RS tempat dokter itu dinas, untuk mendapatkan kejelasan. Namun, pihak rumah sakit beralasan pimpinan rumah sakit tidak berada di tempat.
“Karena tekanan di media sosial, korban mengalami ganguan dan tekanan psikologis, hingga tak mau lagi makan dan minta dikeluarkan dari rumah sakit,” katanya.
Ketua LBH Suryw NTT, E Nita Juwita, mengatakan, tindakan dr. Jn telah melawan hukum dan kode etik kedokteran, karena secara sadar memublikasikan hasil rekam medis pasien ke publik.
“Ini yang kami gugat dan meminta pertanggungjawaban secara hukum kepada dr Jn dan pihak rumah sakit atas tindakan kemanusiaan yang telah melukai hari pasien,” tegasnya.
Ia menambahkan, LBH StikerWA NTT akan terus memperjuangkan keadilan bagi pasien dan meminta pertanggungjawaban hukum tenaga medis dan pihak rumah sakit.
“Apalagi hasilnya diekspos melalui media sosial Facebook, maka konsekuensi hukumnya jelas dikenakan undang-uandang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Nanti kita lihat saja, tergantung pengembangan pihak penyidik,” dia menandaskan.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

126
969 shares, 126 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format