Eduardo Saverin, Eks Bos Facebook yang Hobi ‘Nyuntikin’ Startup

2 min


119
899 shares, 119 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Jakarta – Eduardo Saverin, namanya memang cukup asing di telinga. Tapi siapa sangka, pria keturunan Brazil ini ternyata merupakan salah seorang pendiri Facebook. Saverin merupakan satu dari lima orang yang mendirikan Facebook bersama Mark Zuckerberg di tahun 2004.Lewat tangannya, Facebook tak sebatas sosial media saja, melainkan perusahaan dengan nilai ratusan miliar dollar. Namun Saverin akhirnya justru memilih mengasingkan diri di Asia Tenggara.Kisah Saverin sendiri memang penuh kontroversi di Facebook. Saat Zuckerberg merayakan IPO Facebook dalam pembukaan bursa saham Nasdaq pada Mei 2012, Saverin justru berada ribuan mil jauhnya dari kemeriahan tersebut. Memang, saat ini dari lima pendiri Facebook, cuma Mark Zuckerberg yang sampai saat ini masih bekerja di perusahaan tersebut.



Dia berhenti bekerja di Facebook sejak 2005. Bahkan kabarnya, usai keluar dari Facebook, kepemilikan saham Saverin menjadi sengketa. Hingga kini, Saverin hanya memiliki 2% dari seluruh kepemilikan Facebook.Mengutip Forbes, Rabu (11/9/2019), pada 2009, Saverin sampai melepaskan kewarganegaraan AS nya dan pindah ke Singapura. Gosipnya, Saverin berganti warga negara demi menghindari pajak sekitar US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,8 triliun (kurs Rp 14.000). Namun, hal berbeda disampaikan pihak Saverin. Bukan niat mengemplang pajak, tapi dia disebut hanya ingin membangun akar bisnis start up di Singapura.Awal mulanya, usai cabut dari Facebook, Saverin langung mencoba-coba beberapa proyek startup. Hingga suatu saat, dia berkunjung ke Singapura untuk membantu bisnis temannya, ternyata malah keterusan. Di Singapura, Saverin juga menemukan partner bisnisnya. Dia adalah seorang mantan konsultan sekaligus wakil presiden lembaga investasi Bain Capital, Raj Ganguly. Usut punya usut ternyata Ganguly pun merupakan teman kuliah Saverin di Harvard, hingga akhirnya hubungan mereka erat kembali di Singapura.Bersama Ganguly, Saverin membentuk sebuah lembaga investasi yang memberikan dana teknologi kepada banyak perusahaan perintis di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Tahun 2015 mereka meluncurkan B Capital dan menyiapkan dana teknologi untuk dipinjamkan hingga US$ 360 juta atau kisaran Rp 5 triliun. Keduanya memiliki tujuan besar menjadi ‘mak comblang’ bagi kebutuhan pasar di Asia Tenggara yang sedang menjanjikan dan belum banyak tersentuh dengan sumber modal.Setidaknya sudah ada sekitar 20 proyek yang didanai B Capital hingga kini. Saverin dan Ganguly sendiri menyukai perusahaan yang terlibat dalam perdagangan dan logistik. Mereka mengincar perusahaan yang tidak berhasil masuk ke radar Silicon Valley, tetapi memiliki pengetahuan tentang masalah lokal di wilayahnya.Salah satu contohnya adalah Ninja Van, yang bergerak dalam sektor logistik jarak jauh berupa pengiriman barang yang mencakup wilayah Asia Tenggara. Bahkan karena kucuran dana dari Saverin, startup yang berbasis di Singapura ini maju pesat dan sudah mempekerjakan 2.000 orang dan 10.000 mitra pengantar. Meski bisnis yang satu ini mahal dan rumit, B Capital tetap melangkah untuk berinvestasi ketika banyak pihak menolak mentah-mentah.”Ada banyak uang yang dipompa ke e-commerce. Tidak peduli siapa yang menang, satu hal yang pasti: infrastruktur pembayaran mereka harus ditangani,” kata Eduardo Saverin, dikutip dari Forbes.B Capital memang tumbuh dengan cepat. Tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah langkah Saverin berhasil atau tidak. Dari seluruh proyek yang diberikan kucuran dana pun, hanya sekitar setengah lusin investasinya yang membawa naik kelas si penerimanya. Tapi Saverin dan Ganguly optimistis, B Capital akan mulai menggalang dana kedua yang diperkirakan dua kali lebih besar. Sebagai informasi, dalam penggalangan dana yang pertama, Boston Consultant Group menjadi penyokong utama B Capital.Kini di usianya yang ke 37 tahun, Saverin memiliki kekayaan sebesar US$ 10,5 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Di Singapura dia merupakan orang kaya ketiga, dan menurut Forbes, Saverin bertengger di urutan ke 140 miliuner terkaya di dunia. Simak Video “Haru Cerita Gadis Non Muslim yang Umrahkan Pengasuhnya”[Gambas:Video 20detik](eds/eds)


Like it? Share with your friends!

119
899 shares, 119 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format