Facebook Didenda Rp 9,2 Triliun gara-gara Fitur “Tagging”

1 min


113
839 shares, 113 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

StikerWA.com – Facebook resmi didenda 650 juta dollar AS (sekitar Rp 9,2 triliun) oleh pengadilan negeri bagian utara California, Amerika Serikat.
Denda tersebut dijatuhkan untuk menyelesaikan gugatan atas pengumpulan data biometrik yang telah berlangsung sejak 2015.
Facebook juga diwajibkan membayar 345 dollar AS (sekitar Rp 4,9 juta) per orang kepada 1,6 juta penggunanya yang menuntut. Pembayaran tersebut harus dilakukan “sesegera mungkin”.
Menurut hakim federal AS, James Donato, denda ini merupakan salah satu denda terbesar di kasus privasi yang di ranah digital. Putusan ini juga menjadi kemenangan bagi para konsumen yang privasinya terancam.
“Putusan ini merupakan kemenangan besar bagi pengguna yang memperebutkan hak dan privasinya di ranah digital,” ujar Donato.
Terkait putusan tersebut, pihak Facebook pun angkat bicara dan setuju membayar denda yang dijatuhkan.
Baca juga: Facebook dan Google Disebut Terlalu Kuat
“Kami senang gugatan ini telah diputuskan, sehingga kami bisa beralih ke masalah lain demi kepentingan komunitas dan para pemegang saham Facebook,” ujar Facebook dalam sebuah pernyataan.
Ini bukan pertama kalinya Facebook dijatuhi denda. Pada 2019, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini didenda 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 71 triliun) terkait skandal kebocoran data Cambridge Analytica.
Sebagai informasi, kasus yang berujung denda Rp 9,2 triliun ini berawal sejak 2015, sebagaimana dikutip KompasTekno dari BusinessInsider, Senin (1/3/2021).
Kala itu, Facebook digugat oleh pengguna di wilayah Illinois, AS, lantaran telah memindai dan mengidentifikasi wajah para pengguna di sebuah foto lewat fitur tagging.
Fitur ini menjadi polemik lantaran melanggar peraturan privasi yang berlaku di negara tersebut. Terlebih lagi, aneka data wajah ini disinyalir dikumpulkan tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna.
Baca juga: Australia Sahkan UU Media, Google dan Facebook Harus Bayar Konten Berita
Facebook pun berkali-kali membantah tudingan tersebut dan mengeklaim bahwa data diambil sudah berdasarkan persetujuan pengguna.
Selain itu, Facebook juga mengatakan bahwa pengguna sejatinya bisa mematikan fitur tagging agar sistem tidak menandai foto-foto mereka.
“Kami selalu transparan terkait penggunaan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) dan pengguna bisa mengaktifkan atau mematikannya kapan saja,” ujar Facebook kala itu.


Like it? Share with your friends!

113
839 shares, 113 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format