Facebook Digugat Pemerintahan Trump ke Pengadilan, Kenapa?

1 min


114
849 shares, 114 points

Jakarta – Hubungan Facebook dan pemerintahan Trump memburuk di akhir masa jabatan Presiden Donald Trump. Facebook sampai digugat ke pengadilan.Kementerian Hukum Amerika (DOJ) menuduh Facebook melakukan tindakan diskriminasi terhadap WN Amerika yang melamar kerja di Facebook. Facebook dituduh mengistimewakan pekerja migran yang memiliki visa temporer.Dilansir StikerWA, Jumat (4/12/2020) Kemenkum Amerika mengatakan perbuatan itu dilakukan Facebook pada 2018 sampai September 2019. Mereka menuntut ada hukuman untuk Facebook dan ganti rugi terhadap pekerja WN Amerika yang ditolak bekerja di Facebook.”Facebook sudah bekerja sama dengan DOJ untuk mengkaji masalah ini, sementara kami menolak tuduhan yang dikeluhkan. Kami tidak bisa berkomentar lebih jauh untuk urusan ini,” kata Jubir Facebook, Andy Stone.Asisten Jaksa Agung AS, Eric Dreiband mengatakan jika Facebook menolak kesempatan kerja dengan mengistimewakan pekerja asing yang punya visa temporer, maka tindakan itu dianggap salah. Tidak boleh ada diskriminasi dalam kesempatan kerja baik itu WN AS atau WN asing pemegang visa AS.”Anda tidak bisa secara ilegal lebih memilih merekrut, mempertimbangkan, atau mempekerjakan pemilik visa temporer, ketimbang pekerja Amerika,” kata Dreiband.Pengaduan ini disampaikan kepada Kantor Eksekutif untuk Imigrasi dari Kemenkum AS. Ini adalah kantor yang menangani masalah pekerja migran.Jika dirunut, ini seperti menjadi titik balik hubungan antara Facebook dan pemerintahan Trump. Awalnya pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dianggap condong kepada Trump saat ramai soal skandal Cambridge Analytica.Lalu pada awal 2020, Zuckerberg juga dinilai membiarkan postingan provokatif Donald Trump di Facebook. Bahkan Zuckerberg dituduh punya perjanjian rahasia dengan Trump.Namun sekitar Juli 2020, Zuckerberg tampak berubah sikap dan mulai mengkritik Trump, dimulai soal penanganan Pandemi COVID-19. Lalu Facebook mulai tegas terhadap postingan Trump dan menandai postingan yang provokatif atau berpotensi hoax dari Trump, menjelang Pilpres AS 2020.Usai Pilpres AS 2020 dan capres Joe Biden unggul atas Trump, Zuckerberg menunjukkan dukungannya pada Biden. Zuckerberg mengatakan Pilpres AS 2020 telah berlangsung dengan adil dan Joe Biden akan menjadi presiden AS selanjutnya.Langkah hukum pemerintahan Trump terhadap Facebook tampaknya menjadi babak baru dari hubungan keduanya yang terus memburuk.

Simak Video “Bos Facebook dan Twitter Bicara soal Disinformasi dalam Pilpres AS”[Gambas:Video 20detik](fay/fyk)

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

114
849 shares, 114 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format