Facebook Pay Hingga Alipay Masuk Indonesia, DANA Anggap Bukan Ancaman

1 min


125
959 shares, 125 points

Startup teknologi finansial (fintech) pembayaran DANA menganggap masuknya pemain dompet digital atau e-wallet luar negeri seperti Facebook Pay, WeChat Pay, hingga Alipay ke Indonesia bukan ancaman. DANA beranggapan pemain baru bisa diajak kolaborasi.CEO DANA Vincent Iswara mengaku pihaknya tidak terlalu mementingkan persaingan antar e-wallet. Menurutnya, pemain baru bisa memperluas inklusi keuangan dan penggunaan transaksi non-tunai (cashless) di Indonesia.”Kami tidak berkonsentrasi ke sana (masuknya e-wallet baru). Kalau ada pemain baru, kami anggap itu bagus,” ujar dia dalam video conference pada Jumat (24/4).Selain itu, dia menilai Facebook Pay, WeChat Pay, dan Alipay memiliki segmentasi pasar yang berbeda. WeChat Pay dan Alipay menggaet pasar turis asing terutama dari Tiongkok, sementara perusahaannya, DANA, menggaet pasar lokal.(Baca: Facebook Dekati Lagi GoPay dan OVO untuk Hadirkan WhatsApp Pay di RI)”Dengan adanya pemain baru, maka terbuka bagi perusahaannya untuk berkolaborasi. Sekarang zamannya kolaborasi. Kami tidak lihat itu pesaing, pemain baru. Kami siap kolaborasi,” ujar dia.Sebelumnya, Fecebook dikabarkan mendekati para pemain e-wallet lokal yang sudah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia (BI). Hal itu dilakukan untuk bisa memperoleh perjanjian usaha patungan antara perusahaan pembayaran dan yang mendapat lisensi dari BI sehingga Facebook Pay bisa beroperasi.Mengutip dari Reuters, kolaborasi yang akan dilakukan Facebook mengerucut pada tiga e-wallet saja yakni GoPay, OVO, dan LinkAja. DANA yang sebelumnya disinggung, kini tidak masuk dalam skema kerja sama Facebook.Meski begitu, upaya kolaborasi harus mendapatkan persetujuan dari BI selaku regulator. Rencananya, apabila disetujui, Facebook Pay dapat beroperasi pada November tahun ini.(Baca: WHO Imbau Tak Pakai Uang Tunai, DANA, Gopay & LinkAja Panen Transaksi?)Adanya Facebook Pay di Indonesia memungkinkan pengguna di berbagai platform termasuk WhatsApp dan Instagram melakukan pembayaran tanpa keluar dari aplikasi. Masuknya Facebook itu dikabarkan bertujuan untuk memanfaatkan pasar Indonesia.BI memperkirakan, pendapatan pasar pembayaran Indonesia bisa mencapai US $ 10,4 miliar pada tahun lalu. Goldman Sachs menyebutkan bahwa pendapatan di sektor ini bisa mencapai US$ 95,2 miliar pada 2025.  Reporter: Fahmi Ahmad Burhan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

125
959 shares, 125 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format