Google Diminta Singkirkan Aplikasi Android yang Tak Berguna

situsjodoh.com pastiterjual.com

PONSEL Android masih banyak mengandung bloatware, atau sebuah aplikasi yang ditanamkan sebelum dijual kepada pembeli. Terkait dengan bloatware tersebut, sejumlah pihak tak menyukainya, termasuk puluhan kelompok privat meminta Google untuk segera bertindak.
Bahkan, ada yang menyebut bahwa bloatware merupakan aplikasi ‘sampah’. Hal itu disebabkan banyak aplikasi justru tak berguna dan membebani sistem.


Banyak orang merasa terbebani dengan bloatR dan melapor pada google


Baca Juga:
Waspada Aplikasi TikTok Rentan Untuk Diretas!

Seperti yang dilansir dari laman PC Mag, Lebih dari 50 grup privasi bergabung menyatukan suara untuk menentang bloatware, hal itu dipicu lantaran alasan keamanan.
“Masyarakat tak seharusnya menukar privasi dan sekuriti untuk akses pada smartphone” ujar Privacy Internasional yang berbasis di Inggris.
Sejumlah kelompok privasi salah satunya America Civil Liberties union, dengan tegas melayangkan surat terbuka pada CEO Google, Sundar Pichai.

Baca Juga:
ByteDance Bantah Rumor TikTok Ingin Dijual Karena Tekanan AS

Inti dari surat itu kabarnya Sundar diminta menangkal bloatware, yang kerap kali ada di ponsel Android menengah kebawah.

Pandai-pandailah saat memilih ponsel dan aplikasi (Foto: pixabay/pixelkult)

Namun di satu sisi, Bloatware bisa dibuat untuk keamanan khusus, hingga bisa diberi akses yang lebih besar di ponsel android, ketimbang dengan aplikasi yang kamu unduh dari Play Store.
“Izin untuk akses ke mikrofon, kamera dan lokasi, tak memicu peringatan keamanan Android standar. Jadi si pengguna tak tahu jika ponselnya disusupi oleh penjahat cycber” tulis American Civil Liberties Union.
Sementara itu, Google diminta tegas untuk memberikan opsi pada semua pengguna Android, guna menghapus berbagai macam bloatware.
Lalu, aplikasi bloaware sendiri, disarankan untuk disaring dengan cara yang sama. Hak ini bisa kamu terapkan juga pada aplikasi Android di Play Store. (ryn)

Baca Juga:
Instagram Akan Larang Influencer Promosikan Vape? Kenapa?