Grup Penipu Masih Merajalela di Facebook

1 min


96
669 shares, 96 points

Jakarta:Masih banyak penipu yang menggunakan Facebook untuk menawarkan layanan mereka, bahkan setelah Facebook berusaha untuk memberantas para kriminal itu. 
Divisi riset keamanan siber Cisco, Talos mengatakan bahwa mereka menemukan puluhan grup Facebook yang mencurigakan dan tampaknya ilegal, seperti grup bernama “Facebook hack (Phishing)” dan “Spammer & Hacker Professional”. 
Grup itu telah diblokir sekarang. Namun, Talos mendorong Facebook untuk membuat peraturan yang lebih ketat terkait grup-grup mencurigakan seperti itu. Mereka merasa, Facebook terlalu menggantungkan diri pada komunitas untuk melaporkan grup seperti itu, menurut laporan The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Happy





Inspire





Confuse





Sad


situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online nonton film online

Menurut laporan Talos, ada 74 grup dengan total anggota 385 ribu orang. Para pengguna Facebook bisa menemukan grup itu dengan menggunakan kata kunci seperti “spam” dan “caarding”. 
Talos menyebutkan, jika Anda telah bergabung dengan satu grup itu, maka Anda akan bisa menemukan grup serupa lainnya dengan lebih mudah. Ini akan membuat tempat berkumpul para kriminal semakin mudah ditemukan. 
Beberapa anggota grup mengiklankan nomor kartu kredit yang telah mereka curi dengan mengunggah SIM korban. Sementara anggota yang lain meminta tolong tentang bagaimana cara mentransfer uang dalam jumlah besar. 
Sebagian pencuri tampaknya menipu calon pembelinya dan tidak menawarkan jasa scam yang sebenarnya. Namun, Talos telah menghubungkan beberapa konten yang ada dengan serangan phishing yang sebenarnya. 
Memang, Facebook memiliki sejarah kelam tentang bagaimana platformnya dimanfaatkan oleh kriminal siber. Pada 2018, peneliti keamanan Brian Kerbs menemukan 120 grup privat dengan anggota sebanyak 300 ribu orang menawarkan layanan ilegal seperti botnet. Facebook lalu memblokir grup-grup itu setelah mendapatkan notifikasi. 
Meskipun begitu, peneliti lain, Justin Shafer, mengabarkan pada Motherboard bahwa dia telah menemukan contoh lain dari grup yang menawarkan jasa ilegal. Beberapa grup itu bahkan telah beroperasi selama bertahun-tahun. Talos mengatakan, mereka menemukan beberapa nama yang sangat mirip dengan nama pada daftar milik Krebs. 
Facebook mengatakan, mereka akan memblokir grup-grup yang telah diekspos oleh Talos. Mereka juga akan terus memblokir grup serupa. 
Sementara Talos mengatakan, tim Facebook pada awalnya membiarkan beberapa grup tetap beroperasi ddan hanya memblokir konten-konten tertentu. 
“Pada akhirnya, setelah menghubungi tim keamanan Facebook, kebanyakan grup kriminal ini diblokir. Namun, grup-grup baru terus bermunculan dan beberapa grup itu masih aktif ketika kami meluncurkan laporan ini,” kata Talos. 
Mengingat Facebook memiliki lebih dari dua miliar pengguna, tidak heran jika ada penipu yang tertarik untuk mencari pelanggan via layanan media sosial itu. (MMI)


Like it? Share with your friends!

96
669 shares, 96 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format