Hal-Hal yang Gagal Dijelaskan Facebook Soal Privasi WhatsApp

2 min


116
869 shares, 116 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Facebook gagal menjelaskan mengapa pengguna WhatsApp harus setuju soal kebijakan baru
REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA — Rencana Facebook untuk memaksa pengguna agar setuju berbagi data pengguna dengan Facebook menjadi bumerang. Jutaan orang telah mengunduh layanan pesaing seperti Signal dan Telegram, sebagai persiapan untuk perubahan tersebut.WhatsApp masih merupakan aplikasi perpesanan instan yang tidak perlu dipersoalkan. WhatsApp menawarkan enkripsi end-to-end dan menjembatani komunikasi iPhone ke Android. Namun, Signal dan Telegram juga dapat melakukan itu.Dilansir dari BGR, Selasa (19/1), Facebook sudah menanggapi reaksi tersebut beberapa hari yang lalu. WhatsApp menerbitkan bagian infografis dan FAQ yang menekankan semua data yang tidak akan dikumpulkan Facebook setelah kebijakan privasi WhatsApp yang baru diberlakukan.Beberapa hari kemudian, Facebook mengumumkan rencana untuk menunda revisi kebijakan privasi selama tiga bulan untuk menghilangkan kebingungan yang beredar di masyarakat. Facebook terus bersikeras dalam unggahan blog barunya tentang kebingungan dan kesalahan informasi yang menyebabkan kekhawatiran di luar sana. Blog tersebut menjelaskan lagi enkripsi end-to-end tidak akan hilang. WhatsApp serta Facebook tidak akan dapat melihat pesan milik pengguna. Hal yang sama berlaku untuk pesan dan log panggilan dan lokasi bersama.Facebook lalai untuk mengakui banyak orang memahami dengan sempurna bahwa enkripsi end-to-end tidak akan hilang. Meski mungkin enkripsi tak hilang, pengguna juga memahami Facebook akan mengambil lebih banyak data dari WhatsApp. Ini merupakan masalah utama.Facebook menjelaskan di entri blog apa yang berubah tanpa memperjelas data apa yang akan dikumpulkan dari WhatsApp.“Dengan pembaruan ini, tidak ada yang berubah. Sebaliknya, pembaruan menyertakan opsi baru yang harus dimiliki orang untuk mengirim pesan ke bisnis di WhatsApp dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data. Meskipun tidak semua orang berbelanja dengan bisnis di WhatsApp saat ini, kami pikir lebih banyak orang akan memilih untuk melakukannya di masa mendatang dan penting untuk orang-orang mengetahui layanan ini. Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook,” ujarnya.Masalahnya di sini adalah banyak orang mungkin mengira mereka tidak akan berbelanja di dalam WhatsApp. Oleh karena itu, fitur yang didorong Facebook harus bersifat opsional. Facebook gagal menjelaskan mengapa semua pengguna WhatsApp harus setuju untuk membagikan data pengguna untuk layanan yang mungkin tidak akan pernah mereka gunakan. REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA — Rencana Facebook untuk memaksa pengguna agar setuju berbagi data pengguna dengan Facebook menjadi bumerang. Jutaan orang telah mengunduh layanan pesaing seperti Signal dan Telegram, sebagai persiapan untuk perubahan tersebut.WhatsApp masih merupakan aplikasi perpesanan instan yang tidak perlu dipersoalkan. WhatsApp menawarkan enkripsi end-to-end dan menjembatani komunikasi iPhone ke Android. Namun, Signal dan Telegram juga dapat melakukan itu.Dilansir dari BGR, Selasa (19/1), Facebook sudah menanggapi reaksi tersebut beberapa hari yang lalu. WhatsApp menerbitkan bagian infografis dan FAQ yang menekankan semua data yang tidak akan dikumpulkan Facebook setelah kebijakan privasi WhatsApp yang baru diberlakukan.Beberapa hari kemudian, Facebook mengumumkan rencana untuk menunda revisi kebijakan privasi selama tiga bulan untuk menghilangkan kebingungan yang beredar di masyarakat. Facebook terus bersikeras dalam unggahan blog barunya tentang kebingungan dan kesalahan informasi yang menyebabkan kekhawatiran di luar sana. Blog tersebut menjelaskan lagi enkripsi end-to-end tidak akan hilang. WhatsApp serta Facebook tidak akan dapat melihat pesan milik pengguna. Hal yang sama berlaku untuk pesan dan log panggilan dan lokasi bersama.Facebook lalai untuk mengakui banyak orang memahami dengan sempurna bahwa enkripsi end-to-end tidak akan hilang. Meski mungkin enkripsi tak hilang, pengguna juga memahami Facebook akan mengambil lebih banyak data dari WhatsApp. Ini merupakan masalah utama.Facebook menjelaskan di entri blog apa yang berubah tanpa memperjelas data apa yang akan dikumpulkan dari WhatsApp.“Dengan pembaruan ini, tidak ada yang berubah. Sebaliknya, pembaruan menyertakan opsi baru yang harus dimiliki orang untuk mengirim pesan ke bisnis di WhatsApp dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data. Meskipun tidak semua orang berbelanja dengan bisnis di WhatsApp saat ini, kami pikir lebih banyak orang akan memilih untuk melakukannya di masa mendatang dan penting untuk orang-orang mengetahui layanan ini. Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook,” ujarnya.Masalahnya di sini adalah banyak orang mungkin mengira mereka tidak akan berbelanja di dalam WhatsApp. Oleh karena itu, fitur yang didorong Facebook harus bersifat opsional. Facebook gagal menjelaskan mengapa semua pengguna WhatsApp harus setuju untuk membagikan data pengguna untuk layanan yang mungkin tidak akan pernah mereka gunakan.


Like it? Share with your friends!

116
869 shares, 116 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format