Joe Biden: Bukan Facebook yang Membunuh Orang, Tapi Hoaks : Okezone techno

situsjodoh.com pastiterjual.com

JAKARTA- Facebook belakangan disebut membunuh orang-orang lantaran tak bisa membendung maraknya hoaks COVID-19. Hal tersebut ramai dibicarakan usai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengungkapkan media sosial seperti Facebook telah membunuh orang-orang.
“Kita sedang berada dalam masa pandemi, dan masih banyak orang yang enggan vaksin karena informasi dari Facebook, kita sedang berada dalam masa pandemi dan mereka dengan leluasa ‘membunuh’ banyak orang,” kata Biden beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
– Ponsel Terbaru Huawei P50 Bakal Meluncur 29 Juli
– YouTube Kenalkan Fitur Super Thanks, Pengguna Bisa Kasih Tip ke Kreator
Menanggapi ramainya pemberitaan tersebut, Biden pun kemudian mengoreksi pernyataannya tersebut. Dia mengungkapkan bukan Facebook yang membunuh orang-orang melainkan Hoaks atau misinformasi.
“Bukan Facebook yang membunuh orang, tapi misinformasi dari pihak tak bertanggung jawab yang ada di platform tersebut, itu maksudku” ujar sang Presiden, dilansir dari The Verge, Kamis (22/7/2021).
“Namun, meski bukan pelaku utama, Facebook seharusnya melakukan sesuatu tentang informasi-informasi palsu ini,” imbuhnya.

Facebook sebelumnya juga mengungkapkan pihaknya justru telah banyak memberantas berita hoaks. Terlebih menurutnya sekira 85 persen pengguna Facebook telah divaksin.
“Kami tak akan terkecoh dengan pernyataan dan tudingan yang tak ada dasarnya. Fakta yang kami miliki menunjukkan bahwa Facebook lebih banyak menyelamatkan nyawa dibanding ‘membunuh’. Titik, ” kata Facebook.
Ketegangan di antara Facebook dan pemerintah Amerika Serikat memang tengah berjalan selama beberapa bulan ini, terutama ketika pemerintah menyediakan vaksinasi gratis bagi para warga negaranya.
Belum terlihat apakah pihak pemerintah Amerika Serikat akan mengambil tindakan langsung untuk mengawasi penyebaran informasi lewat Facebook, namun Joe Biden secara pribadi berpendapat, “aku tak ingin menghukum orang, aku hanya ingin mereka berkaca. Bagaimana jika informasi salah itu ditelan mentah-mentah oleh orang-orang yang mereka cintai? Aku ingin mereka pikirkan kemungkinan itu.”