Kenapa Banyak Perusahaan Kompak Boikot Pasang Iklan di Facebook? Halaman all

2 min


132
1k share, 132 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

JAKARTA, StikerWA.com – Beberapa hari terakhir, banyak perusahaan mulai menghentikan belanja iklan mereka di Facebook. Terbaru, Unilever menyatakan tidak akan lagi memasang iklan di perusahaan media sosial tersebut hingga akhir tahun 2020.
“Saat ini melanjutkan iklan di platform ini (Facebook) tidak akan berguna bagi masyarakat. Kompleksitas budaya saat ini menempatkan tanggung jawab bagi sebuah merek untuk belajar, merespons dan bertindak untuk mendorong ekosistem digital yang kondusif,” tulis Unilever di laman resmi mereka.
Boikot yang dilakukan merupakan bentuk protes setelah Facebook dinilai gagal mengatasi ujaran kebencian. Beberapa perusahaan besar yang memboikot Facebook antara lain Unilever, Coca Cola, Patagonia, Ben & Jerry’s, dan The North Face.
Dilansir dari BBC Business, Sabtu (27/6/2020), kampanye Stop Hate for Profit sebenarnya sudah dimulai sejak dimulainya gelombang protes atas kematian George Flyod di tangan polisi. Hingga saat ini, total sudah lebih dari 90 perusahaan bergabung dalam kampanye tersebut.
Baca juga: Saham Facebook Rontok 8 Persen, Ini Penyebabnya
“Konten rasis, berbau kekerasan, dan konten hoaks merajalela di platform media sosial,” tulis sebuah gerakan anti-rasis di Amerika Serikat.
Analis eMarketer, Nicole Perrin mengungkapkan, sebenarnya sulit untuk melihat apakah kampanye boikot iklan di Facebook ini bisa berdampak signifikan pada keuangan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu.
Namun, kata dia, masuknya Unilever dan perusahaan-perusahaan raksasa lain dalam aksi boikot iklan ini bisa jadi akan diikuti oleh banyak perusahaan lain.
“Ini menyibak masalah-masalah yang lebih dalam media sosial di mana platform yang dibuat pengguna. Karena pemicu perpecahan bisa terjadi pada platform (media sosial) mana pun yang memberikan akses untuk ekspresi politik,” jelas Perrin.
Baca juga: Facebook, PayPal, Google, dan Tencent Investasi pada Platform Gojek
Sebelumnya, Facebook tengah bekerja keras melabeli setiap postingan yang melanggar kebijakan perusahaan, yakni sebuah ujaran kebencian dan rasisme.
Langkah ini dilakukan Facebook sebagai bentuk tanggapan atas postingan pengguna akun yang dinilai mengarah pada rasisme dan ujaran kebencian yang bahkan bisa menyebabkan kekerasan.
Efek dari kampanye stop pasang iklan ini sudah mulai terasa di pasar modal.
Saham Facebook turun drastis beberapa saat setelah Unilever menyatakan akan menyetop belanja iklan di Facebook hingga akhir tahun 2020.
Baca juga: Berkat Facebook, Miliarder India Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia
Saham Facebook turun 8,3 persen pada perdagangan Jumat (26/6/2020). Selain Facebook, media sosial lain Twitter juga tek luput dari boikot. Saham Twitter juga anjlok 7,39 persen di hari yang sama.
Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mengatakan Facebook akan melarang iklan yang mengklaim bahwa orang dari ras, agama, orientasi seksual, atau status imigrasi tertentu merupakan ancaman bagi keselamatan fisik atau kesehatan.
Perubahan kebijakan Facebook ini terjadi seiring merebak kampanye boikot iklan “Stop Hate for Profit”. Seruan boikot sendiri dimulai beberapa kelompok hak-hak sipil Amerika Serikat (AS) untuk menekan Facebook agar bertindak mengatasi ujaran kebencian dan informasi yang salah.
Namun, seperti dikutip Reuters, rupanya pidato Zuckerberg yang termuat di akun Facebooknya itu gagal, menurut Menurut Rashad Robinson, presiden kelompok hak-hak sipil Color Of Change, salah satu kelompok di balik kampanye boikot.
Baca juga: Facebook Larang Iklan Hand Sanitizer Hingga Alat Tes Virus Corona
“Apa yang kami lihat dalam pidato hari ini dari Mark Zuckerberg adalah kegagalan untuk bergulat dengan kerugian yang ditimbulkan FB pada demokrasi & hak-hak sipil kita,” Robinson mencuit.
“Jika pidato ini adalah respons yang dia berikan kepada pengiklan besar yang menarik jutaan dolar dari perusahaan, kita tidak bisa mempercayai kepemimpinannya,” sambungnya.


Like it? Share with your friends!

132
1k share, 132 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format