Kominfo: Persoalan Infodemic Membesar dari Grup Whatsapp

1 min


112
829 shares, 112 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Cyberdrone Kominfo tak bisa memantau grup Whatsapp karena sistemnya tertutup.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo mencermati maraknya infodemic. Ia mensinyalir, penyebaran disinformasi biasanya membesar melalui grup Whatsapp.”Jadi persoalan sekarang infodemic biasa besar dari Whatsapp Group. Ini menjadi tantangan,” ujar Widodo saat menjadi pembicara dalam sesi dua webinar Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, bertema “Memaksimalkan Performa Pemerintahan di tengah Pandemi”, yang diselenggarakan tim Jubir Presiden RI, secara virtual di Jakarta, Senin.Widodo menjelaskan bahwa saat ini muncul fenomena virtual, yakni era post truth dan echo chamber. Era post truth adalah di mana seseorang tiba-tiba dapat memengaruhi, meskipun tidak membawa kebenaran informasi.

Bermodalkan pengikut yang banyak di media sosial seseorang dapat memengaruhi publik, meskipun hanya memberikan informasi halusinasi. Akibatnya, dinamika komunikasi publik mengalami persaingan untuk merebut kebenaran.Sementara itu, fenomena echo chamber adalah fenomena di mana seseorang hanya percaya pada kelompoknya. Dengan begitu, informasi digaungkan dan dipercaya kelompoknya, meskipun belum tentu kebenarannya.Dua fenomena itulah, menurut Widodo, yang turut membuat upaya membersihkan dunia virtual dari disinformasi atau hoaks menjadi sangat sulit.”Karena ada situasi di mana semua orang bisa memproduksi, bisa mengonsumsi, bisa mendistribusi (informasi). Dan munculah kondisi infodemic,” kata dia.Widodo mengatakan, persoalan selama pandemi Covid-19 tidak hanya persoalan kesehatan, namun juga persoalan informasi yang tidak sehat atau hoaks. Berdasarkan laporan Kominfo, berita bohong atau hoaks paling banyak dalam perjalanan pandemi Covid-19 terjadi pada Maret. Sementara itu, aplikasi yang paling banyak memproduksi dan mendistribusi informasi adalah Youtube.Widodo mengungkapkan bahwa cyberdrone yang dimiliki Kominfo masih mampu memonitor disinformasi yang terjadi di Youtube, Facebook, Instagram, dan lainnya. Akan tetapi, Kominfo kesulitan memantau disinformasi yang menyebar dan membesar melalui grup Whatsapp yang sistemnya bersifat tertutup.”Ini menjadi tantangan. Performa pemerintah bisa jadi sudah baik, tapi karena dibolak-balik publik yang tidak suka, publik yang iseng, maka melahirkan situasi itu (infodemic),” kata dia.
sumber : Antara


Like it? Share with your friends!

112
829 shares, 112 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format