Korea Selatan Tegaskan Bahwa Google Telah Merusak Persaingan

situsjodoh.com pastiterjual.com

Jakarta, Selular.ID – Kepala Komisi Persaingan Usaha Korea Selatan mengatakan pada Kamis (22/10) bahwa raksasa mesin pencari AS Google telah merusak persaingan, menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk mengajukan kasus kepada komite peninjau pada akhir tahun ini.Sebelumnya pemerintah AS telah mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Google pada hari Selasa, dan perusahaan tersebut menghadapi kritik yang meningkat dari beberapa anggota parlemen di Korea Selatan yang menuduhnya menyalahgunakan posisi karena penguasaan pasar yang dominan.Joh Sung-wook, kepala Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC), mengatakan sedang menyelidiki tuduhan bahwa Google membatasi persaingan di pasar aplikasi selular dan pasar sistem operasi. KFTC berencana mengirimkan salah satu kasus itu ke panitia musyawarah pada akhir tahun ini, katanya, tanpa menyebutkan yang mana.“Saat KFTC melihat Google, ada tindakan yang menghambat persaingan,” kata Joh kepada anggota parlemen dalam audit tahunan parlemen.Komite akan membuat keputusan akhir, apakah ada undang-undang yang dilanggar, dan dapat mendenda perusahaan, memerintahkan tindakan korektif, atau mengajukan tuntutan.Google sedang diselidiki karena diduga memblokir pembuat smartphone lokal seperti Samsung Electronics dari menggunakan sistem operasi lain, serta memaksa pengembang untuk menerbitkan game mereka hanya ke Google Play Store, menurut seorang pejabat di agensi dan dokumen anggota parlemen.Seperti dilansir Economic Times, Korea Selatan berada di peringkat teratas dalam hal pendapatan aplikasi dan jumlah rata-rata aplikasi yang dipasang per tahun, berkat infrastruktur selular tercanggih di dunia, menurut sebuah posting blog oleh seorang pejabat Google.Di pasar domestik pembuat ponsel Android Samsung Electronics dan LG Electronics, pendapatan Google Play Store di Korea Selatan mencapai hampir 6 triliun won ($ 5,29 miliar) pada 2019.Jo juga mengatakan agensi akan menyelidiki rencana Google untuk mengenakan komisi sebesar 30% untuk pembelian dalam aplikasi yang dilakukan melalui toko aplikasi.