Minggat dari WhatsApp? 3 Aplikasi Ini Cocok Jadi Pengganti

1 min


114
849 shares, 114 points

Aturan baru WhatsaApp membuat kontrovesial dan migrasi ke aplikasi lain
Aplikasi perpesanan WhatsApp tak dapat dipungkiri adalah aplikasi paling banyak digunakan untuk layanan pengiriman pesan dan telfon via daring hingga kini. Data Hootsuite/We Are Social menunjukan bahwa pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) WhatsApp sendiri secara total mencapai 2 milyar.

Kini, WhatsApp kembali dirundung masalah mengenai perlindungan data pribadi penggunanya. Setelah pada penghujung tahun 2019, WhatsApp harus bersitegang dengan NSO Group dan spywarenya Pegasus, yang membuat penggunannya mempertanyakan keamanan dari perpesanan di bawah naungan Facebook. Inc ini, kini aturan baru yang terkesan dipaksakan kepada pengguna menjadi momok baru bagai aplikasi perpesanan terpopuler ini.
Baca Juga: Ramai Privasi Data WhatsApp – Facebook, Kominfo Panggil WhatsApp Hari Ini
Aturan baru yang membuat pengguna harus menyetujui pembagian data pengguna WhatsApp kepada induknya yakni Facebook memicu penolakan dari banyak pihak. Terlebih pada penekanan aturan ini yang membuat pengguna hanya bisa tetap menggunakan layanan WhatsApp secara penuh jika pengguna menyetujui aturan baru ini.
Dengan banyaknya yang tidak setuju, bergaunglah kumandang untuk mengganti WhatsApp di media sosial. Aturan ini dituding menjadi pemicu kuat terjadinya gerakan untuk mengganti WhatsApp.
Redaksi Warta Ekonomi telah merangkum aplikasi yang bisa menjadi alternatif perpesanan.
1. Telegram
Telegram menjadi salah satu pesaing kuat WhatsApp. Data Hootsuite menyebut Telegram memiliki setidaknya 400 juta pengguna aktif bulanan (MAU) yang tercatat pada Oktober 2020.
Telegram terkenal dengan kerahasiaan data penggunannya. Di tahun 2017 Telegram memiliki sejarah tidak mengenakkan dengan pemerintah Indonesia.
Telegram pernah diblokir dengan alasan terdapat banyak kanal-kanal dengan konten yang tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia. CEO Telegram Pavel Durov pada waktu itu mengaku heran lantaran ia tidak pernah menerima permintaan atau protes dari pemerintah Indonesia.
Pemblokiran Telegram mendapat simpati netizen Indonesia yang merasa Telegram memiliki sisi positif.
Telegram dapat menjadi alternatif lain dalam perpesanan. Telegram memiliki tampilan antar muka yang tidak rumit, serta fitur pencarian kontak dalam berdasarkan lokasi geografis.
 
 

Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

114
849 shares, 114 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format