Muncul Lagi, Rencana Pakai Balon Internet Google di Indonesia

situsjodoh.com pastiterjual.com

StikerWA.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan tengah mengkaji penggunaan balon internet Google atau Google Loon untuk menyebarkan akses internet di sejumlah daerah.
Salah satu pemanfaatan internet dengan Google Loon itu nantinya adalah untuk layanan pemerintah di daerah.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Latif mengatakan bahwa saat ini Kementerian Kominfo masih mendengarkan presentasi dari pihak Google terkait teknologi Loon ini.
Baca juga: Sikap Indonesia, antara Google Loon dan OpenBTS
Anang mengatakan, Google telah mengembangkan teknologi baru pada Loon, dan hal inilah yang membuat Kominfo kembali tertarik untuk menggunakan balon internet tersebut. Namun Anang tidak merinci update apa yang diberikan pada Loon.
“Betul, teknologi yang dipakai adalah Google Loon. Kami pelajari semua opsi teknologi yang ada,” ungkap Anang kepada KompasTekno, Selasa (29/9/2020).
Menurut Anang, untuk menggunakan teknologi Google Loon, pemerintah masih harus melakukan pembicaraan dengan sejumlah pihak, termasuk operator seluler.
Terbentur regulasi
Selain pembicaraan dengan para stakeholder, pemanfaatan balon internet Google Loon juga masih terbentur sejumlah regulasi.
Menurut Anang, Google Loon masih terbentur dengan aturan tata ruang angkasa di Indonesia. Regulasi tersebut menjadi domain Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Udara.
Selain itu, Google Loon juga terhalang regulasi sharing frekuensi. Regulasi inilah yang pada 2015 lalu menghalangi Google Loon, sehingga tak jadi diadopsi di Indonesia.
Baca juga: Di Balik Layar “Balon Internet” Google Loon
“Regulasinya belum memungkinkan saat ini. Jadi setahun atau dua tahun ini perlu diskusi intensif dengan stakeholder,” pungkas Anang.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate sempat menyinggung penggunaan teknologi Loon untuk akses internet yang ditempatkan di atmosfer, sehingga bisa menjangkau wilayah lebih luas.
“Ada juga teknologi Loon, kita tengah mempertimbangkan dan mengkaji untuk memenuhi kebutuhan akses internet, terutama untuk layanan pemerintah di daerah,” kata Johnny saat meninjau kawasan wisata di Labuan Bajo, Kamis (24/09/2020).