Orang Lanjut Usia Lebih Sering Bagikan Informasi Hoaks di Facebook

1 min


122
929 shares, 122 points

Merdeka.com – Para peneliti di NYU dan Princeton University mempublikasikan sebuah jurnal Science. Isinya adalah tentang perilaku orang lanjut usia doyan bagikan kabar hoaks empat kali lipat lebih sering.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Dilaporkan The Guardian, Minggu (13/1), pengguna Facebook Amerika dengan usia di atas 65 tahun, membagikan lebih tujuh artikel yang tak terbukti kebenarannya dibandingkan mereka yang berusia 18 hingga 29 tahun.
Dalam penelitiannya, para peneliti menganalisis riwayat unggahan milik 1.750 pengguna Facebook berusia dewasa. Dari riwayat tersebut, orang-orang berusia lanjut lebih banyak mengunggah informasi yang berasal dari penerbit fake news.
Para peneliti menemukan, sebagian besar pengguna tidak berbagi artikel dari domain berita palsu pada 2016. Sementara, 8,5 persen responden membagikan setidaknya satu tautan ke domain berita tak terbukti kebenarannya seperti denverguardian, thepundit, atau donaldtrumpnews.co.
Laman di atas dan 18 laman serupa masuk dalam daftar laman yang menyajikan berita tak akurat, oleh para peneliti tautan seperti ini dianggap sebagai fake news.
Sementara itu, situs partisan seperti Breitbart yang pro sayap kanan, tak masuk dalam kategori penyedia berita palsu. Mereka yang senang membagikan konten-konten umum jarang membagikan konten fake news.
Pasalnya, menurut informasi tersebut, orang-orang yang berbagi banyak tautan lebih memahami media dan mampu membedakan berita yang benar ketimbang fake news yang beredar di internet.
Temuan ini didukung oleh data demografi, bahwa orang-orang dengan usia lebih dari 65 tahun yang telat mengenal internet dua kali lipat lebih sering berbagi artikel palsu ketimbang mereka yang lebih muda.
Salah satu penyebabnya karena mereka yang berusia lanjut tak punya tingkat literasi media digital, seperti pengguna yang berusia lebih muda.
“Ketika generasi terbesar di Amerika memasuki masa pensiun saat ada perubahan demografis dan teknologi, ada kemungkinan seluruh kelompok orang Amerika yang sekarang berusia 60 tahun ke atas tak memiliki tingkat literasi media digital yang diperlukan, guna menentukan kepercayaan atas berita yang beredar di internet,” kata peneliti dalam laporannya.
Kemungkinan kedua yang membuat orang lanjut usia lebih banyak berbagi informasi palsu adalah, adanya dampak dari penuaan memori.
“Ingatan yang memburuk seiring bertambahnya usia dengan cara yang secara khusus merusak resistensi terhadap ilusi kebenaran,” katanya.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [faz]


Like it? Share with your friends!

122
929 shares, 122 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format