Pendapat Penumpang KRL Commuter Line saat Diminta Tes Swab PCR di Stasiun Bekasi

situsjodoh.com pastiterjual.com

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Penumpang kereta menyambut baik upaya pemerintah Kota Bekasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Upaya pencegahan penyebaran virus corona itu lewat tes swab Polymerasi Chain Reaction (PCR) terhadap penumpang KRL Commuter Line, di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5/2020).
Mereka menilai, tes swab PCR  sangat tepat dalam mencegah penyebaran virus corona di masyarakat yang harus tetap aktif  bekerja.
“Sangat bagus ya, jadi tahu kondisi seperti apa. Apalagi kita kan masih harus aktivitas kerja,” kata penumpang kereta Yulianti (32), kepada Wartakotalive.com seusai tes swab PCR di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5/2020).
Yulianti mengatakan bahwa dirinya harus tetap keluar rumah dan bekerja karena perusahaannya masuk 8 kategori yang dikecualikan untuk terus beroperasi selama masa pandemi virus corona.
• Pergerakan Penumpang KRL Masih Tinggi Jadi Alasan Pemkot Bekasi Gelar Tes Swab PCR
Menurut Yulianti, sebelumnya dia pernah melakukan rapid test dan hasilnya negatif. Namun, dia penasaran sehingga ingin tes swab PCR agar lebih yakin atas kondisi kesehatannya.
“Dari kantor pernah rapid test, hasilnya negatif. Tapi penasaran biar yakin aja jadi ikut tes swab, akurasinya kan mau 100 persen,” ucapnya.
Saat proses tes swab, kata Yulianti, agak sakit saat benda seperti cotton bud dimasukkan ke dalam lubang hidungnya.
“Sakit tadi hidup pas dimasukin gitu, tegang katanya. Ya namanya baru pertama kan ya, tapi semoga hasilnya baik-baik saja,” tuturnya.
Pendapat senada juga dikemukan penumpang KRL Commuter Line lainnya,  Amir (38), warga Bekasi Utara, Kota Bekasi.