Saham Facebook dan Twitter Rontok Usai Unilever Boikot Iklan

1 min


116
869 shares, 116 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Jakarta, StikerWA Indonesia — Saham dua raksasa media sosial Facebook dan Twitter rontok hingga lebih dari 7 persen pada akhir pekan lalu. Penurunan harga saham itu dipicu oleh keputusan Unilever untuk membatasi jumlah iklan di kedua platform tersebut.
Unilever menegaskan tidak akan memasang iklan di Facebook, Twitter, dan Instagram setidaknya hingga akhir tahun ini. Keputusan itu imbas dari maraknya unggahan pengguna ketiga media sosial tersebut yang kerap membahas kondisi politik yang terpolarisasi serta embel-embel ujaran kebencian.
“Berdasarkan pada kondisi polarisasi saat ini dan pemilu yang akan berlangsung di AS, maka perlu ada lebih banyak penegakan dalam hal ujaran kebencian,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Media Global Unilever Media Global Luis Di Cimo dilansir The Wall Street Journal, mengutip StikerWA.com, Minggu (28/6).Luis melanjutkan pihaknya akan terus mengawasi dan meninjau ulang keputusan pembatasan iklan ke depannya seiring dengan perilaku masyarakat.
Unilever yang menaungi merek produk harian dari pasta gigi, sabun hingga sampo, yang banyak digunakan masyarakat, diketahui memiliki anggaran iklan tahunan mencapai US$8 juta.
Komitmen Unilever dalam memasang iklan di facebook juga sangat tinggi. Bahkan, perusahaan produk konsumen itu menduduki peringkat pengiklan ke-30 tertinggi di Facebook pada 2019, yang diperkirakan menggelontorkan pundi uang hingga 42 juta ke platform besutan Mark Zuckerberg itu.
Saham Facebook terperosok hingga 8,3 persen menjadi US$216,08 per lembar pada Jumat (26/6) lalu, sedangkan saham Twitter anjlok 7,4 persen menjadi US$29,05.
[Gambas:Video StikerWA]
Keputusan Unilever juga dikhawatirkan dapat memberikan efek domino yang mengakibatkan beberapa perusahaan memutuskan hal serupa pada platform raksasa media sosial.
Bahkan perusahaan rival Unilever, Procter & Gamble juga dilaporkan akan menarik iklan dari platform media sosial yang membiarkan konten ujaran kebencian atau konten diskriminatif merajalela.
Beberapa perusahaan yang telah memboikot facebook juga akan menangguhkan iklan hingga setidaknya Juli atau bulan depan.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Presiden Solusi Klien Twitter Sarah Personette mengungkapkan Twitter tetap menjadi saran masyarakat menjalin komunikasi dan membangun koneksi.
Dalam hal ini, Twitter tetap memfasilitasi penggunanya untuk mengemukakan pendapat pribadi dengan bebas dan aman, terutama pendapat minoritas atau kaum marjinal.
“Kami menghormati keputusan mitra kami dan akan terus bekerja dan berkomunikasi secara dekat dengan mereka selama waktu ini,” terang Personette.
(khr/bir)


Like it? Share with your friends!

116
869 shares, 116 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format