Seperti Apa Dunia Tanpa Layanan Google? Mungkin Kita Bisa Berkaca dari China

1 min


132
1k share, 132 points

Jakarta – Pekan lalu Google mengusulkan sesuatu yang tak mengejutkan: mengancam menarik layanan pencariannya atau ‘Google Search’ dari Australia, jika Pemerintah Australia mengesahkan undang-undang yang ditujukan kepada perusahaan internet raksasa tersebut.Perseteruan Pemerintah Australia dengan Google berawal dengan adanya wacana aturan yang meminta Google membayar kantor berita untuk setiap berita yang ditampilkan pada hasil pencariannya.Direktur Google Australia, Mel Silva berpendapat rancangan undang-undang tersebut akan menciptakan “risiko keuangan dan operasional yang tidak dapat dikelola” bagi usaha bisnisnya.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Undang-undang yang diusulkan, dengan nama ‘News Media Barganing Code’ juga akan meminta Google untuk membuat perjanjian komersial dengan setiap outlet berita, jika tidak, akan dipaksa melakukan arbitrasi.Ini bukan pertama kalinya Google berada dalam situasi seperti ini.Pada tahun 2010, Google dan perusahaan teknologi lainnya menjadi sasaran serangan dunia maya yang “sangat canggih dan terarah” asal China dan dilaporkan didukung oleh Pemerintah China.Serangan itu membuat Google menutup layanannya di China karena diharuskan mematuhi aturan sensor yang berlaku di China.Akibatnya lebih dari 900 juta pengguna internet di China, atau setara dengan 20 persen pengguna internet aktif di seluruh dunia, tidak dapat mengakses Google dengan mudah.Apa yang pernah terjadi di China bisa jadi contoh jika Google menghentikan layanannya di Australia atau negara-negara lainnya.Apa yang terjadi dengan Google.cn?Sejumlah pengamat menilai Google menjadi contoh praktik monopoli dalam teknologi. (Koleksi pribadi)Namun praktik ini kemungkinan besar akan berdampak besar pada hasil penelusuran yang diandalkan oleh ribuan bisnis Australia.Jika Google memblokir pengguna Australia berdasarkan lokasi geografis mereka, Yang mengatakan warga Australia masih dapat menggunakan VPN, yang sudah digunakan oleh beberapa orang yang paham teknologi untuk melakukan streaming konten yang lokasinya diblokir.”Warga Australia tidak perlu khawatir tentang itu, karena selalu ada solusi di masa depan,” kata Yang.”Sejujurnya … kasus antara Pemerintah Australia dan Google menjadi contoh yang bagus untuk merefleksikan monopoli dalam teknologi.”Dr Jiang menekankan penting untuk diingat jika “perhatian utama yang dikedepankan oleh Google bukanlah demokratisasi”, tetapi mereka sendiri.”Saya pikir kebanyakan orang akan menyadari betapa naifnya menganggap teknologi Barat membawa keterbukaan dan demokrasi ke masyarakat yang otoriter,” kata Dr Jiang.”Ini belum benar-benar berhasil di China, juga tidak berhasil bahkan di Amerika Serikat.”ABC telah menghubungi Google Australia untuk memberikan komentar.Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam Bahasa Inggris

(ita/ita)


Like it? Share with your friends!

132
1k share, 132 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format