Serangan Baru ke WhatsApp Bisa Sebabkan DDoS

situsjodoh.com pastiterjual.com

Cyberthreat.id – Serangan baru terhadap WhatsApp yang dieksploitasi menggunakan file video MP4 memungkinkan penyerang mengakses pesan dan file yang tersimpan di aplikasi. Akses ilegal dilakukan dari jarak jauh, dimana file video jahat digunakan untuk mengeksekusi kode jahat pada perangkat korban tanpa bisa di intervensi.

“Facebook, pemilik WhatsApp, lebih lanjut mencatat bahwa serangan itu juga bisa mengakibatkan Denial of Service (DoS),” tulis Cyware Hacker News, Senin (18 November 2019).

DoS adalah jenis serangan yang tujuannya mencegah pengguna menikmati layanan maksimal yang diberikan server. Server, sesuai namanya adalah pelayan, harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam non-stop sebagaimana layanan WhatsApp.

Ketika serangan DoS dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik (berubah menjadi Distributed DoS), maka kerusakan yang dihadapi bisa sangat dahsyat karena bisa melumpuhkan layanan hingga menimbulkan kerusakan parah di hardware.

Bleebot menuliskan bahwa bug di WhatsApp versi android menimbulkan jenis serangan yang menyedot baterai perangkat. Akibatnya, perangkat anda bisa kepanasan. Sejumlah postingan di platform teknologi populer menyebutkan dalam 30 menit pemakaian bisa menghabiskan daya perangkat 30 persen.

“Mereka yang tidak ingin baterai mereka terkuras oleh aplikasi dapat memilih untuk menggunakan versi web dari layanan, yang dapat diakses melalui PC dan laptop,” tulis Bleebot, Rabu (13 November 2019).

Russia Today (RT) memperingatkan pengguna WhatsApp untuk lebih berhati-hati ke depan. WhatsApp berkali-kali menghadapi ancaman serangan siber termasuk kasus Spyware Pegasus yang menghebohkan dunia karena memata-matai orang penting mulai dari pejabat, wartawan, aktivis tokoh politik hingga militer.

Aplikasi milik Mark Zuckerberg ini memiliki banyak pengguna di seluruh dunia. Di negara padat penduduk seperti India jumlah pengguna WhatsApp mencapai 400 juta. Di Indonesia jumlah pengguna WhatsApp menurut data pengguna internet tahun 2018 mencapai 143 juta pengguna. Jumlah itu setara dengan 83 persen pengguna internet di Tanah Air.

“Pegasus kembali? Pengguna WhatsApp harap waspada karena hacker kembali berhasil mengeksploitasi kerentanannya,” tulis RT.