India

Tsunami Corona di Kampung Halaman, Bos Google: Mengerikan!

San Francisco – India tengah menghadapi badai virus Corona, di mana jumlah penderita dan angka kematian terus melonjak. Hal itu menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai yang asli India.Sundar lahir dan dibesarkan di India walau sekarang telah memegang kewarganegaraan Amerika Serikat. Ia mengaku hancur hatinya melihat apa yang terjadi di kampung halamannya.”Situasi di sana mengerikan dan melihatnya menghancurkan hati. Saya pikit, yang terburuk belum tiba,” kata Pichai seperti dikutip detikINET dari StikerWA, Kamis (29/4/2021). Pichai menyebut tsunami Corona di India telah mendapatkan perhatian dari presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan akan memberikan bantuan. Google pun ... Read more

Kampung Halamannya Ada Badai Corona, Bos Google: India Layak Dapat Perhatian

Jakarta – CEO Google Sundar Pichai mengaku sedih setelah mengetahui bagaimana lonjakan kasus COVID-19 di kampung halamannya yang menjadi terparah di dunia. Dia pun mengungkap apa saja yang dilakukan perusahaannya dan orang lain bisa lakukan untuk membantu India.”Memilukan. India layak mendapatkan perhatian kita sekarang,” kata Pichai, dikutip dari StikerWA, Kamis (29/4/2021).Sebelumnya, Pichai bernama bos Microsoft, Satya Nadella telah mengumumkan akan memberikan berbagai bantuan kepada India. Google sendiri disebut akan memberikan hibah kepada UNICEF untuk memenuhi pasokan medis dan hibah ke platform donasi online, Give India. Google juga menggelontorkan US$ 15 juta ke dalam untuk informasi kesehatan masyarakat. Pichai berharap Presiden ... Read more

Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India

Suara.com – Google mengumumkan bakal memberi bantuan dana sebesar 135 crore rupee atau Rp 261 miliar untuk membantu atasi pandemi Covid-19 di India. Dana ini akan disalurkan ke lembaga GiveIndia dan UNICEF untuk membantu pengadaan pasokan medis dan keluarga yang terdampak pandemi. “Google akan memberikan bantuan tunai kepada keluarga yang terpukul krisis untuk membantu pengeluaran mereka,” jelas Google dalam sebuah pernyataan, dikutip dari India Today, Senin (26/4/2021). Bantuan yang diserahkan ke UNICEF ini akan ditujukan ke pengadaan pasokan medis yang mendesak, termasuk konsentrator oksigen dan peralatan pengujian. Nantinya, bantuan ini akan ditujukan ke tempat yang paling membutuhkan di India. Pendanaan ... Read more

India Minta Twitter dan Facebook Hapus Postingan Kritik COVID-19

Jakarta – Twitter dan Facebook telah menghapus sekitar 100 postingan di India, beberapa di antaranya merupakan postingan yang mengkritik pemerintahan terkait penanganan virus COVID-19 di New Delhi.Langkah ini untuk mematuhi perintah darurat dari pemerintah India yang saat ini tengah berjuang menghadapi lonjakan global akan kasus COVID-19 yang sebelumnya belum pernah terjadi.New Delhi membuat perintah darurat ke Twitter dan Facebook untuk menyensor lebih dari 100 postingan di negara tersebut. Twitter mengungkapkan perintah dari pemerintah tersebut ada pada database Lumen sebuah proyek Universitas Harvard. Jaringan mikroblogging dan Facebook memenuhi permintaan tersebut dan menahan posting tersebut dari pengguna di India. Pemerintah India mengkonfirmasi ... Read more

Google Kirim Dana Bantuan Rp 261 Miliar untuk Perangi Covid-19 di India

StikerWA.com – Situasi di India semakin mengkhawatirkan setelah terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19. Selama beberapa hari belakangan, tercatat sebanyak 349.691 kasus dengan 2.767 kematian baru. Kondisi ini membuat raksasa teknologi Google memberikan bantuan. Google menggelontorkan dana sebesar 135 crore rupee atau sekitar Rp 261 miliar (kurs 1 crore rupee = Rp 1,9 miliar) untuk melawan krisis yang tengah terjadi di India. Bantuan tersebut turut disampaikan oleh CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai, melalui akun Twitter-nya. Baca juga: India Blokir Permanen 59 Aplikasi Buatan China, Termasuk TikTok, WeChat, dan PUBG Devastated to see the worsening Covid crisis in India. Google & Googlers ... Read more

Dukung Transisi Energi, Facebook Beli Pembangkit Listrik Tenaga Angin di India

Liputan6.com, Jakarta Raksasa media sosial Facebook tampaknya kian melebarkan sayap bisnisnya. Belum lama ini, Facebook diketahui berencana meneken kontrak perjanjian untuk membeli pembangkit listrik lokal India, bekerjasama dengan salah satu perusahaan energi terbarukan, CleanMax.   Seperti dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (17/4/2021) pembangkit ini memasok daya listrik yang bersumber dari tenaga bayu atau angin, sehingga tergolong energi terbarukan. Pembangkit ini diprediksi mampu menghasilkam daya listrik mencapai 32 MW.   Jaringan turbin angin yang dibeli Facebook ini berlokasi di negara bagian Karnataka, selatan Mumbai. Dalam rencananya, Facebook akan berperan sebagai pembeli daya listrik, sementara CleanMax akan menjadi operator PLTB.   Langkah ... Read more

Facebook Beli Pembangkit Listrik Tenaga Angin di India, Untuk Apa?

Liputan6.com, Jakarta – Facebook telah menandatangani kesepakatan untuk membeli energi terbarukan di India dari proyek pembangkit listrik tenaga angin perusahaan lokal. Mengutip laman Reuters, Jumat (16/4/2021), ini merupakan kesepakatan pertama raksasa media sosial tersebut di negara Asia Selatan. Proyek tenaga angin 32 megawatt yang terletak di negara bagian Karnataka selatan adalah salah satu dari portofolio proyek tenaga angin dan StikerWA yang lebih besar–dikerjakan bersama oleh Facebook dan CleanMax yang berbasis di Mumbai. “Proyek ini bertujuan untuk memasok tenaga terbarukan ke jaringan listrik India,” ujar kedua perusahaan tersebut dalam pernyataan bersama. CleanMax akan memiliki dan mengoperasikan proyek, sementara Facebook akan membeli listrik ... Read more

Di India, WhatsApp Akan Diselidiki Soal Kebijakan Privasi

SEPUTARTANGSEL.COM – Pembaruan kebijakan privasi WhatsApp dianggap melanggar undang-undang antimonopoli di India. Hal itu menyebabkan lembaga pengawas kompetisi bisnis di India meminta WhatsApp diselidiki. Komisi Kompetisi India menyatakan WhatsApp melanggar undang-undang tentang kompetisi melalui perilaku yang eksploitatif dan eksklusif dalam balutan pembaruan kebijakan. Baca Juga: Minum Secangkir Kopi 30 Menit Sebelum Olahraga Dapat Membakar Lemak Lebih Banyak, Berikut Penelitiannya Baca Juga: Di Twitter Ribuan Kali Lebih Ditonton, Video Kejadian Ledakan di Gereja Katedral Makassar Kebijakan privasi ini dinilai tidak sepenuhnya transparan atau berdasarkan persetujuan sukarela dan spesifik dari pengguna. Pada Januari lalu, WhatsApp mengeluarkan pembaruan kebijakan privasi. Mereka akan berbagi ... Read more

Surat Kabar India Tuntut 85% Bagi Hasil Iklan Google

New Delhi, Beritasatu.com- Asosiasi surat kabar India telah bergabung untuk melancarkan “serangan” terhadap Google. Seperti dilaporkan RT, Jumat (26/2), Indian Newspaper Society (INS) menuntut pembagian 85% hasil iklan di Google. Pada Kamis (25/2), INS mendesak Google untuk meningkatkan bagi hasil iklan untuk penerbit menjadi 85%. Baru-baru ini, raksasa teknologi itu juga menghadapi tuntutan untuk membayar outlet lokal untuk berita di berbagai negara. Permintaan yang berani dibuat pada Kamis (25/2) oleh INS, yang menyatukan rumah-rumah media cetak di negara tersebut. INS menyatakan telah mengirim surat ke Google cabang India. INS mengkritik “sistem periklanannya yang sangat buram” dan menuntut kenaikan bagi hasil. ... Read more

India Lebih Galak pada WhatsApp Cs

Jakarta – India mengumumkan aturan besar untuk meregulasi perusahaan media sosial, layanan streaming, dan outlet berita digital. Kebijakan yang lebih galak ini menimbulkan tantangan baru bagi raksasa seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Google dan Netflix yang menganggap India sebagai pasar luar negeri utama mereka.Menteri IT, Hukum, dan Kehakiman India Ravi Shankar Prasad mengatakan, perusahaan media sosial akan diminta untuk mematuhi permintaan penghapusan konten yang melanggar hukum, disinformasi, dan kekerasan dalam waktu 24 jam dan memberikan ganti rugi lengkap dalam 15 hari.Dalam kasus sensitif seperti yang berkaitan dengan konten seksual eksplisit, perusahaan akan diminta untuk menghapus konten tersebut dalam waktu 24 jam. ... Read more