kami."

Polisi Buka Isi WhatsApp KAMI Medan yang Diduga Picu Rusuh Demo Omnibus Law

StikerWA.CO, Jakarta – Kepolisian RI menjadikan percakapan di grup WhatsApp ‘KAMI Medan’ menjadi salah satu barang bukti dalam kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian mengandung SARA dan penghasutan terkait unjuk rasa omnibus law UU Cipta Kerja.Empat orang anggota KAMI Medan sebelumnya telah ditangkap. Mereka adalah Khairi Amri (Ketua KAMI Medan), Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri.Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, selain menjadi ketua, Khairi juga adalah admin dari grup WhatsApp ‘KAMI Medan’.”Kami menemukan yang bersangkutan mengirim foto Gedung DPR RI dan ditulis ‘Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan’. Kemudian dari kiriman KA ini, ada tulisan mengumpulkan ... Read more

Polisi Ungkap Isi Grup WhatsApp Anggota KAMI Medan: Buat Skenario Seperti 98

PR CIREBON – Sebelumnya, diberitakan bahwa anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan ditangkap dengan salah satu bukti yaitu bukti percakapan grup WhatsApp.Kini, sebagaimana diberitakan Warta Ekonomi dengan judul sebelumnya “Bikin Sesak Dada, Isi WAG KAMI Mau Buat Skenario Mirip 98, Ajak Jarah Toko Tionghoa”, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono membuka isi percakapan dalam grup WhatsApp KAMI Medan tersebut.Terkait hal tersebut, polisi telah meringkus dan menahan Ketua KAMI Medan, Khairi Amri dan tiga anggotanya, yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan penghasutan lewat grup WhatsApp. Baca Juga: Berikut Kronologi Awal Valentino Rossi Terpapar Covid-19Argo juga menyebutkan bahwa empat ... Read more

Baca Grup Whatsapp KAMI, Polisi: Penjarahan Toko China, Bom Molotov, Hingga Buat Skenario Seperti 98

Zonajakarta.com- Malam sebelum aksi demo penolakan UU Cipta Kerja 13 Oktober 2020, sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap polisi.Setidaknya ada delapan anggota KAMI yang diciduk polisi.Ada sejumlah nama penting yang ikut ditangkap polisi kala itu, ialah Sekretaris Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, dan dua deklarator KAMI M. Jumhur Hidayat dan Anton Permana. Baca Juga: Waktunya Cek Merchant Baru ShopeePay Minggu Ini Untuk Referensi Makanan Hingga Kecantikan Syahganda Nainggolan ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020) malam. “Iya benar ada penangkapan,” kata Irjen Argo Yuwono, Selasa (13/10/2020). Penangkapan ini diduga, dilakukan karena cuitan Syahganda Nainggolan dalam akun Twitternya ... Read more

Bermula Dari Percakapan Grup Whatsapp 8 Orang KAMI Ditangkap

Jakarta – Tim Cyber Bareskrim Polri menangkap 8 Orang yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Polri menyebut penangkapan tersebut bermula dari percakapan di grup WhatsApp.”(Penangkapan bermula dari) Percakapan di grup WhatsApp,” kata Katopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2020).Awi menuturkan, ada unsur penghasutan dalam percakapan di grup WhatsApp tersebut. Selain itu juga, ada unsur kebencian dan sara.”Pada intinya terkait penghasutan dan ujaran kebencian tadi berdasarkan sara,” tuturnya.Untuk diketahi, Polri menyebut jajarannya melakukan penangkap terhadap sejumlah pimpinan dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Penangkapan pertama dilakukan pada tim dari Subdit Siber Direktorat ... Read more

Kolaborasi Israel-Facebook Bungkam Aktivis dan Jurnalis Palestina Hapus Ratusan Akun

Ilustrasi Facebook. ©2016 Merdeka.com Merdeka.com – Puluhan warga Palestina membuka Facebook mereka pada 4 Mei dan mendapati akun mereka tak bisa lagi diakses. Dalam sehari, Facebook menghapus akun lebih dari 50 jurnalis dan aktivis Palestina, bersamaan dengan pemberitahuan yang mengatakan halaman mereka telah dinonaktifkan karena “tidak mengikuti Standar Komunitas kami.” “Kami telah meninjau keputusan ini dan itu tidak dapat dibatalkan,” lanjut pesan itu, mendorong pengguna untuk membaca lebih lanjut tentang Standar Komunitas Facebook. “Mereka tidak memberikan alasan khusus, seperti status atau foto misalnya, yang melanggar pedoman mereka,” kata Imad Jibreen (40), seorang jurnalis lepas dari Desa Tuqu di Tepi Barat ... Read more