menjelaskan

Polri Pantau Percakapan Ujaran Kebencian di WhatsApp

Merdeka.com – Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, percakapan di grup WhatsApp (Wa) bisa dipantau oleh virtual police. Polisi akan memberi peringatan bila percakapan itu dipakai untuk mengumbar ujaran kebencian maupun fitnah. “Kalau Wa grup kan bisa. Artinya misalnya, ini hanya misalnya ya ada di grup itu, kemudian ada yang melapor ke polisi, dia screenshoot dong. Terus akunnya dilacak,” katanya di Jakarta, Jumat (12/3). Dia menjelaskan, pada prinsipnya virtual police memperingati akun-akun agar tidak menyebarkan kebencian. Apapun platformnya termasuk Wa bisa dipantau virtual police. “Apapun bentuk platformnya, sudahlah jangan berpikir whatsapp aman kita. jangan, artinya kita sampaikan ... Read more

Modus Pinjam, Restu Jual Motor Teman di Facebook Seharga Rp 8 Juta

Merdeka.com – Restu Andhis (22), pemuda pengangguran yang tinggal di Jalan Perniagaan, Samarinda, berurusan dengan polisi, setelah dia menjual motor Yamaha NMax temannya senilai Rp8 juta di Facebook. Modusnya, berpura-pura pinjam. Peristiwa itu terjadi Selasa (2/2) lalu. Tanpa menjelaskan tujuannya, Restu meminjam motor korban, tak lain temannya, dengan alasan sebentar. Namun demikian, motor NMax korban justru tidak kunjung kembali. “Ditunggu beberapa hari, motornya tidak kunjung kembali,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Fahrudi, dalam penjelasan Minggu (7/2). Fahrudi menerangkan, korban kebingungan. Belakangan, dua hari kemudian, dia mengetahui motornya, melalui ciri yang dia kenal, dijual melalui akun komunitas di Facebook. ... Read more

59 Pelajar Tangerang Hendak Demo ke DPR Mengaku Mendapat Ajakan via WhatsApp & Medsos

Merdeka.com – 59 Orang beratribut pelajar yang mengaku hendak menuju Jakarta, diamankan anggota Polresta Tangerang. 59 orang itu diamankan di perbatasan wilayah hukum Polresta Tangerang, yakni di wilayah Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, 59 orang yang diamankan bukan berlatarbelakang buruh ataupun mahasiswa. Melainkan pengangguran dan kebanyakan para pelajar. “Bahkan ada yang masih berstatus pelajar SMP,” kata Ade, Kamis (8/12). Ade menyesalkan ke-59 orang itu dengan sengaja menggunakan atribut SMA. Padahal, kata Ade, saat ini sekolah tatap muka sedang tidak dilakukan. Bahkan, pelajar SMP yang juga ikut diamankan malah menggunakan seragam SMA. ... Read more

Lewat Status WhatsApp, Bacabup Banyuwangi Ini Konfirmasi Diri Terpapar Covid-19

Merdeka.com – Salah seorang bakal calon bupati (bacabup) Banyuwangi, Bunda Ratu Satiyem mengkonfirmasi bahwa dirinya positif Covid-19. Hal itu ia umumkan melalui status WhatsApp pribadi miliknya pada Kamis 6 Agustus 2020. Menurut Bunda Ratu, kepastian dirinya terpapar positif Covid-19 didapatkan setelah hasil uji swab. “Hari ini hasil swab keluar, dan aku positif Covid-19,” tulis Bunda Satiyem pada status akun WhatsApp pribadinya. Dalam unggahan itu, Bunda Ratu tidak menjelaskan apakah dirinya positif Covid-19 bersama orang dekatnya. Namun ia menuliskan pesan terkait motivasi dan pesan kepada masyarakat terkait virus asal Wuhan ini. “Untuk itu, aku akan berikan hal-hal terkait dengan segala hal ... Read more

Asal HP Ditempel di Dashboard, Pemotor Tak Ditilang Saat Lihat Google Maps

Merdeka.com – Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan sistem tilang Elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), tidak akan menilang para pengendara ojek online (ojol) yang berkendara dengan melihat maps. Namun, dengan catatan selama melihat peta petunjuk jalan para pengendara tidak diperbolehkan memegang handphone tersebut. Melainkan handphone dapat ditaruh atau ditempel di dashboard motor. “Saya sudah jelaskan jadi kalau tidak mengganggu manualnya dan tindakan visualnya, itu tidak mengganggu. kalau yang di dashboard itu tidak dilarang, diperbolehkan. Selama tindakan manualnya tidak dipegang,” ucap Fahri, di kantornya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/1). Fahri menjelaskan, yang tidak ... Read more

Ancam Sebar Video Bugil Mantan Ipar Lewat WhatsApp, Lia Ditangkap Polisi

Merdeka.com – Lia Febriyanti (28), seorang ibu rumah tangga di Tenggarong, Kutai Kartanegara, berurusan dengan polisi karena mengancam menyebarkan video bugil mantan iparnya melalui aplikasi WhatsApp. Dia dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta tindak pidana seperti diatur dalam KUHP. Lia dibekuk tim Satreskrim Polres Kutai Kartanegara, sekira pukul 10.00 Wita pagi tadi, setelah korban, Sulis (36), melapor ke Polres Kutai Kartanegara, Jumat (4/1) lalu. “Dalam laporannya, korban ini mengaku diancam melalui media sosial WhatsApp,” kata Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara, AKP Damus Asa, kepada wartawan di Tenggarong, Rabu (9/1). Damus menjelaskan, sehari sebelumnya, Kamis (3/1), korban menerima pesan ... Read more