SARA

Polri: Ujaran Kebencian dan SARA Paling Banyak di Twitter dan Facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Virtual police mengungkapkan platform media sosial yang paling banyak berkontribusi menyebarkan ujaran kebencian dan SARA adalah Twitter, kemudian Facebook, Instagram, dan Youtube.Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, bahwa sejak 23 Februari-12 April 2021, ada sebanyak 195 akun media sosial Twitter yang terjaring virtual police karena menyebarkan ujaran kebencian dan SARA.Sementara itu, kata Ramadhan, akun media sosial Facebook yang menyebarkan ujaran kebencian dan SARA ada sebanyak 112, k Instagram 13 akun, Youtube 8 akun dan Whatsapp satu akun.”Memang sejak 23 Februari-12 April 2021, platform yang paling banyak muncul ujaran kebencian dan SARA ada di ... Read more

Polda Sumbar Tangkap Dokter Hewan Diduga Sebarkan Makar dan Hoaks di Facebook | iNews Portal

PADANG, iNews.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) menangkap seorang dokter hewan, Sy (50) yang diduga melakukan tindak pidana penyebaran hoaks, isu SARA, dan makar melalui aplikasi media sosial Facebook. Tersangka ditangkap Senin (3/6/2019) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Raya Tanjung Pati KM 7 Kabupaten 50 Kota.“Kami sebelumnya menerima pengaduan masyarakat pada 30 Mei terkait akun Facebook atas nama drh Sy membuat postingan yang diduga berisikan hoaks serta penghinaan terhadap lembaga negara,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar AKBP Juda Nusa Putra, Selasa (4/6/2019).Juda mengatakan, setelah melakukan penyelidikan dan memperoleh bukti akurat, Polda Sumbar ... Read more

Lakukan Ujaran Kebencian di Facebook, Dosen USU Dituntut 1 Tahun Penjara

Merdeka.com – Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiyana Lubis (45) dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan. Tuntutan itu disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) yang mendakwa perempuan itu telah melakukan ujaran kebencian melalui akun Facebooknya. Tuntutan disampaikan JPU Tiorida Juliana Hutagaol di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan. Dia menyatakan Himma terbukti bersalah diancam Pidana melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Himma dinilai telah sengaja ... Read more