Ulasan palsu jadi sorotan, Amazon dan Google lakukan penyelidikan

situsjodoh.com pastiterjual.com

ILUSTRASI. Ulasan palsu jadi sorotan, Amazon dan Google lakukan penyelidikan Reporter: Amanda Christabel | Editor: Noverius Laoli KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Amazon dan Google kini tengah diselidiki lantaran adanya kekhawatiran terkait ulasan bintang lima palsu di situs mereka yang dapat menyesatkan pembeli. The Competition and Markets Authority (CMA) turut khawatir, perusahaan yang taat hukum akan kalah saing dengan perusahaan yang menggunakan rekomendasi palsu. Terkait hal ini, Amazon dan Google berpotensi harus menghadapi pengadilan karena dinilai melanggar hukum konsumen. Amazon dan Google mengatakan bahwa mereka memiliki sumber daya dan kebijakan untuk menghentikan ulasan palsu. CMA telah menerbitkan penyelidikan resmi setelah penyelidikan di awal tahun lalu, yang memeriksa terkait perlindungan konsumen dari perusahaan online. Kepala Eksekutif CMA, Andrea Coscelli, mengatakan, pihaknya khawatir jutaan pembeli online dapat disesatkan dengan membaca ulasan palsu, dan membelanjakan uang berdasarkan rekomendasi palsu. Baca Juga: Menkes Inggris mundur, karena melanggar aturan Covid-19 dengan mencium ajudannya “Sangat penting platform teknologi ini bertanggung jawab, dan kami siap untuk mengambil tindakan jika kami menemukan bahwa mereka tidak maksimal,” ujar Andre seperti dikutip dari BBC News pada Sabtu (26/6). CMA juga tengah memeriksa akankah Google dan Amazon segera menyelidiki dan menghapus ulasan palsu yang menyesatkan. Selain itu CMA juga tengah mencari tahu sanksi yang tepat untuk diberikan perusahaan kepada pengguna. Pengawas mengatakan bahwa jika ditemukan perusahaan telah melanggar undang-undang perlindungan konsumen, maka dapat mengambil tindakan penegakan hukum. Tetapi dikatakan dalam BBC, CMA belum mencapai pandangan terkait Amazon dan Google telah melanggar hukum pada tahap ini. CMA mengatakan juga prihatin lantaran sistem Amazon gagal secara memadai untuk mencegah dan menghalangi beberapa penjual memanipulasi daftar produk, misalnya, dengan mengkooptasi ulasan positif dari produk lain. Juru bicara Amazon mengatakan perusahaan akan mengerahkan sumber daya yang signifikan, untuk mencegah ulasan palsu atau insentif muncul di toko online mereka. Baca Juga: Lebih praktis tak perlu emulator, Windows 11 bisa menjalankan aplikasi Android Reporter: Amanda Christabel Editor: Noverius Laoli