Viral Akun Facebook Mengaku-ngaku Cucu Sultan Kutai, Pihak Kesultanan Isyaratkan Tempuh Jalur Hukum

1 min


155
1.3k shares, 155 points

Laman facebook Gusti Ratu Novita Sari

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Viral di media sosial sebuah akun Facebook dengan nama Gusti Ratu Novita Sari, mengaku anak dari Sultan ke-21 Aji Muhammad Ariffin dan cucu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-20, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II.  

Diduga, pembuat akun tersebut berkepentingan dalam Pemilihan Walikota Samarinda (Pilwali) akan datang. Di laman profilnya, tertera gelar Aji Putri Mangkurat Novita pada nama panggilannya. Hal ini mendapat respon keras dari kerabat kesultanan. Salah satu cucu tertua Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, Raden Dedy, ikut berkomentar. Dalam satu postingannya, dia meminta tak sembarangan amenyeret nama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura demi keperluan Pilwali.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja nonton film online resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

“Mohon maaf TS kiranya bisa klarifikasi, saya cucu alm Sultan, saya tidak mengenal dan memiliki keluarga seperti TS…Bila ingin maju sebagai walikota, mohon kiranya bijak menggunakan keluarga seseorang… bila tidak segera klarifikasi kami akan ambil tindakan hukum,” ujar Dedi dengan akun Dedy Van Besar dalam kolom komentar akun FB tersebut.Menurut Dedy, saat ini pihak Dedy masih menunggu respon dari tetua Kesultanan. Kemungkinan hal ini bakal dibawa ke ranah hukum agar memberikan efek jera dan contoh bagi yang lain. Kini, akun tersebut diketahui telah ditutup lantaran tidak bisa ditemukan lagi lamannya di Facebook.Putra Sultan Aji Muhammad Salehudin II, Pangeran Puger, mengatakan ada kemungkinan wanita yang akan maju Pilwali tersebut mengaku sebagai cucu kesultanan lantaran diangkat anak oleh Sultan Aji Muhammad Salehudin II . Meskipun tak selalu diketahui keluarga lantaran itu hak prerogratif Sultan terdahulu.“Mungkin kan, Sultan terdahulu ini berhak saja mengangkat cucu, ‘Aw kuangkat jadi cucuku yoh’, walaupun dia bukan dari keturunan kesultanan kan. Yang namanya namanya Sultan orang yang dituakan, nah mungkin itu tidak terlalu dipermasalahkan. Karena itu hak prerogatif daripada sultan yang dulu. Kalau memang itu yang menjadi kebijakannya mungkin dalam tanda petik benar,” ujar Puger dikonfirmasi Korankaltim, Sabtu (13/7/2019).Hanya saja, lanjut Puger, yang bersangkutan tidak diberi gelar dan hanya sebatas pengakuan saja. Menurut Puger, opsi jalur hukum atas pemilik akun FB tersebut akan diputuskan Senin (15/7/2019) mendatang setelah dibicarakan di internal kesultanan.“kelihatannya situasinya meruncing tapi tunggu saja lah nanti, kami masih di Wahau, mungkin Senin kita bicarakan,” pungkasnya.Penulis: Reza FahleviEditor : M.Huldi


Like it? Share with your friends!

155
1.3k shares, 155 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format