Whatsapp Dianggap Lebih Efektif Ketimbang Toa Peringatan Banjir

1 min


119
899 shares, 119 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

StikerWA.CO, Jakarta – Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menambah alat peringatan banjir diri melalui pengeras suara berupa toa tak disambut baik oleh warga. Berdasarkan pengalaman banjir di awal tahun ini, peringatan melalui aplikasi percakapan WhatsApp lebih ampuh.Ketua RW07, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Majid mengatakan bahwa peringatan dini banjir melalui toa milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI kurang efektif. Pada banjir 1 Januari lalu, banyak warganya yang masih tetap berada di rumah walau BPBD sudah mengumumkan status siaga melalui toa itu.”Warga bilang, ah paling juga banjirnya sedikit. Begitu rata-rata,” kata Majid saat ditemui StikerWA di rumahnya pada Jumat, 17 Januari 2020.Kelurahan Kampung Melayu merupakan satu dari 14 titik rawan banjir yang sudah dipasangi alat peringatan dini banjir atau disaster warning sistyem (DWS). BPBD DKI berencana mengadakan alat serupa di enam kelurahan lain dengan menghabiskan anggaran Rp 4,03 miliar.
Menurut Majid, pada Selasa malam, 31 Desember 2019, BPBD sempat beberapa kali memberikan peringatan status siaga. Namun melihat banyak warga yang kurang mengindahkan, Majid mengaku langsung turun tangan.”Jam 01.00 (1 Januari 2020) saya WhatsApp warga untuk keluar rumah semua. Nah keluar itu,” kata dia.Majid mengaku tergabung dalam grup Whatsapp tingkat Kelurahan, RW dan RT serta forum masyarakat. Dia pun menilai pemberian informasi atau peringatan banjir lebih mudah menggunakan grup WhatsApp.Apalagi, menurut Majid, warga tidak diberikan akses mengoperasikan toa itu. Alat yang berada di sekitar Sekretariat RW 07 itu juga dikunci. “Kalau WA bisa setiap saat mengabarkan,” kata Majid.Dia berharap toa yang sudah berdiri sejak tahun 2009 itu bisa dioperasikan secara manual oleh warga. Bahkan, dia juga berharap, toa bisa digunakan untuk kegiatan warga.Selain RW07, toa peringatan dini banjir lain di Kampung Melayu berada di RW03. Berdasarkan penelusuran StikerWA, toa tersebut berada di sekitar persimpangan antara Jalan Jatinegara Barat dengan Jalan Inspeksi Kali Ciliwung. Alat tersebut berdiri persis di pinggir Kali Ciliwung.Menurut kesaksian tiga warga yang ditemui StikerWA, toa tersebut tidak memberikan peringatan apa pun sebelum terjadi banjir besar pada awal tahun 2020. “Enggak hidup ini,” kata salah satu warga bernama Budi.Toa itu, kata Budi, sempat berfungsi pada saat banjir di tahun 2017. Menurutnya, seseorang akan bersuara dari toa itu untuk memberikan informasi bahwa Katulampa Siaga 1. Dia pun mengaku tidak tahu mengapa toa tidak berfungsi pada tahun ini.Warga RW 03 lainnya, Ummi, mengaku tidak tahu persis kapan toa di RW03 tersebut berhenti berfungsi. Namun menurut dia, peringatan dini akan adanya banjir pada awal tahun 2020 lalu didapatkan warga hanya melalui berita di televisi dan grup-grup WhatsApp RT dan RW.”Kalau toa itu gak ada bunyi sama sekali. Enggak tahu fungsinya apa berdiri di situ,” kata dia.


Like it? Share with your friends!

119
899 shares, 119 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format