Zoom Siapkan Layanan E-mail dan Kalender, Ingin Saingi Google? Halaman all

1 min


130
1k share, 130 points
situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

StikerWA.com –  Zoom menjadi primadona tahun ini. Pandemi covid-19 yang mengubah cara manusia berinteraksi membuat penggunaan Zoom meningkat tajam.
Meski mendominasi di pasar layanan video conference, Zoom tampaknya sedang mencari cara untuk memperluas layanan mereka. Baru-baru ini Zoom dilaporkan tengah menyiapkan layanan baru berupa e-mail dan kalender.
Menurut laporan The Information, layanan e-mail berbasis web yang disiapkan Zoom akan diuji coba paling cepat awal 2021 mendatang. Sementara untuk layanan kalender, belum diketahui apakah layanan ini sudah dalam tahap pengembangan atau belum.
Pihak Zoom enggan berkomentar terkait kabar tersebut. Zoom sendiri bukanlah pemain tunggal di industri video conference. Beberapa nama besar seperti Google dan Microsoft juga memiliki layanan serupa.
Baca juga: Zoom Gratis Tidak Dibatasi 40 Menit pada Tanggal-tanggal Ini
Bedanya, Google dan Microsoft memiliki layanan yang lebih lengkap, termasuk e-mail, kalender, dan layanan produktivitas lain yang dibungkus dalam sebuah paket.
Google menjual semua layanan tersebut dalam paket Workspace (pengganti G-Suite), dan Microsoft dengan platform Office 365 miliknya.
Sehingga, keputusan Zoom untuk mengembangkan dua layanan ini boleh jadi langkah yang tepat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Minggu (27/12/2020).
Laporan The Information juga mengindikasikan bahwa Zoom ingin membuat sebuah “paket lengkap” serupa milik Google dan Microsoft.
Tahun ini, penyedia layanan video conference asal AS ini memang berkembang pesat, bahkan harga sahamnya bahkan naik lebih dari 500 persen.
Dalam laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) 2020, Zoom meraup pendapatan sebesar 777,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 11 triliun.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Pendapatan Zoom Naik Hampir 4 Kali Lipat
Jumlah ini naik signifikan sebesar 367 persen atau nyaris empat kali lipat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, laba bersih Zoom pada kuartal tersebut adalah 198,4 juta dollar AS (sekitar Rp 2,8 triliun). Sementara, laba kotor turun 66,7 persen.
Pencapaian tersebut dikarenakan hampir seperempat populasi dunia disarankan untuk bekerja dari rumah akibat pandemi.
Namun, jika orang-orang mulai kembali bekerja dari kantor, ada kemungkinan Zoom akan kesulitan untuk mempertahankan bisnisnya di pasar.
Sehingga wajar apabila Zoom memutuskan berekspansi ke layanan e-mail dan kalender agar menjadi “paket lengkap” seperti Google dan Microsoft.
Baca juga: Pendiri Zoom Meeting Jadi Business Person of the Year 2020 Versi Majalah Time


Like it? Share with your friends!

130
1k share, 130 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format