2019, Facebook Simpan 69 Juta Foto Pelecehan Seksual Anak

1 min


113
839 shares, 113 points

Facebook diminta tak terapkan enkripsi end-to-end demi perlindungan terhadap anak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika dan Inggris mendesak Facebook untuk tidak menerapkan enkripsi end-to-end di Facebook Messenger dan Instagram. Kebijakan enkripsi tersebut dianggap akan membahayakan perlindungan terhadap anak dari ancaman pedofil.
Temuan perusahaan teknologi asal AS mengenai 94 persen dari 69 juta foto pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan ke Pusat Nasional AS untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi (NCMEC) ditemukan di Facebook pun kembali diangkat. Data tersebut berasal dari temuan pada 2019.Enkripsi end-to-end adalah pengaturan yang membuat pesan atau data yang dikirim hanya akan terlihat oleh orang yang saling berkirim pesan saja. Sistem ini sudah lama diterapkan di Whatsapp dan kini Facebook berencana akan menerapkan hal serupa di Direct Message Instagram dan aplikasi FB Messenger.Facebook sebagai induk perusahaan berdalih ingin melindungi privasi pengguna, tetapi penegak hukum khawatir hal itu dapat menghambat upaya perlindungan anak-anak dari ancaman para pedofil. Para pejabat mengatakan, foto terbanyak dan terburuk dari pelecehan seksual terhadap anak berasal dari Facebook.”Ada kekhawatiran bahwa jumlah gambar ilegal yang dilaporkan bisa turun drastis jika enkripsi end-to-end diterapkan,” kata Robert Jones, direktur National Crime Agency (NCA) yang bertanggung jawab menangani pelecehan seksual terhadap anak di Inggris.NCA mengatakan, setidaknya ada 300 ribu anak berisiko mengalami ancaman pelecehan seksual di Inggris. Laporan tentang foto online yang dikumpulkan tahun lalu berhasil menciduk ribuan pedofil dan diperkirakan telah melindungi 6.000 anak.”Model enkripsi end-to-end akan memperumit penyelidikan, forensik digital, melacak petunjuk intelijen yang memungkinkan kami mengidentifikasi korban dan melindungi mereka,” kata Jones seperti dikutip dari The Sun, Selasa (13/10).Pemerintah Inggris bersama pejabat dari AS, Australia, Kanada, Selandia Baru, India, dan Jepang telah mendesak Facebook untuk mempertimbangkan kembali rencana enkripsi end-to-end nya. Mereka menyerukan lebih banyak tindakan keamanan publik dan penegakan hukum dalam mengakses konten.Seorang juru bicara perusahaan Facebook mengatakan bahwa enkripsi end-to-end diperlukan untuk melindungi informasi pribadi pengguna.”Di berbagai negara, pengguna lebih suka perpesanan terenkripsi end-to-end. Karena pesan mereka tetap aman dari peretas, penjahat, dan campur tangan asing,” kata juru bicara Facebook.

situsjodoh.com pastiterjual.com
lowongan kerja resep kuliner cookpad nonton film online bursa jual beli barang antik

Like it? Share with your friends!

113
839 shares, 113 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Kaget Kaget
0
Kaget
Muntah Muntah
0
Muntah
Sedih Sedih
0
Sedih
Ketawa Ketawa
0
Ketawa
Cinta Cinta
0
Cinta
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format